Breaking News:

Opini

60 Tahun Universitas Syiah Kuala

Peringatan Milad 60 tahun Universitas Syiah Kuala (USK) yang jatuh pada 2 September 2021, mengangkat tema “Kerja Cerdas untuk Indonesia Maju”

Editor: bakri
A. Wahab Abdi, Dosen FKIP Universitas Syiah Kuala 

Harapan utama ketika itu adalah bagaimana universitas yang akan didirikan segera dapat beroperasi. Ternyata berkat kerja keras yang disertai dengan lobi-lobi yang intensif dan cerdas para perintis dan pendiri, serta atas izin Allah Swt akhirnya harapan itu menjadi kenyataan.

Tonggak pembangunan Kopelma Darussalam ditancapkan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 2 September 1959, yang ditandai dengan pembukaan selubung Tugu Darussalam. Setelah itu dilanjutkan dengan kuliah perdana pertanda peresmian berdirinya Fakultas Ekonomi (FE) sebagai fakultas tertua di USK. Saat pembukaan, fakultas ini masih menjadi bagian dari FE USU.

Pasca peresmian Kopelma Darussalam dan FE, berbagai tantangan lain juga muncul. Tantangan paling berat adalah bagaimana merawat “bayi” FE itu agar mandiri, dan pada saat yang sama adalah mendirikan fakultas lain. Sebab untuk bisa menjadi sebuah universitas, diperlukan beberapa fakultas dengan bidang ilmu yang berbeda.

Lagi-lagi dengan semangat kegotong-royongan segenap komponen masyarakat, ternyata rintangan ini berhasil disingkirkan. Kebutuhan dosen diupayakan dengan berbagai cara. Di antaranya adalah mencari diaspora Aceh yang ada di berbagai kota, dan mengundang putra-putri non Aceh untuk bergabung mendirikan fakultas baru yang akan menjadi bagian dari USK kelak.

Begitulah, letupan emosional masyarakat Aceh memberikan energi positif kepada proses kelahiran USK. Beberapa fakultas tua di USK lahir pada era tahun 1960-an, masa perintisan. Bahwa “Tekad bulat melahirkan perbuatan jang njata, Darussalan menuju kepada pelaksanaan tjita-tjita”, betul-betul benar adanya.

Simbol kebanggaan

Memasuki era 1970-an, USK berada fase pertumbuhan menuju jati diri sebagai sebuah entitas pendidikan tinggi yang layak bersanding dengan universitas lain.

Ketulusan, kepiawaian, dan kecerdasan para perintis, pimpinan serta para rektor, universitas ini berhasil mendapatkan bantuan dari berbagai pihak, selain Pemda DI Aceh sebagai pendukung utama.

Dilihat dari perspektif masyarakat Aceh saat itu, pada satu sisi USK mampu menjadi kebanggaan masyarakat. Kendatipun masih diselimuti keterbatasan SDM, finansial dan fasilitas perkuliahan, USK berhasil masuk ke dalam jajaran perguruan tinggi negeri sebagai salah satu instrumen pembangunan nasional.

Lulusan USK setiap tahun terserap hampir seluruhnya dalam berbagai bidang pengabdian, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Gelar akademik yang melekat pada alumni USK manjadi pengakuan akademis yang mampu mengantarkan mereka masuk ke dalam berbagai bidang pekerjaan pengabdian. Kemudian mereka berhasil menjadi kalangan kelas menengah dan atas di dalam masyarakat.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved