Breaking News:

Kupi Beungoh

Dingin Manik, Anak Muallaf yang Jadi Benteng Islam di Perbatasan Aceh Singkil

Aceh Singkil letaknya bertetangga dengan Pakpak, Dairi dan Tapanuli Tengah di wilayah administrasi Sumatera Utara.

Editor: Amirullah
ist
Hasan Basri M. Nur 

Oleh: Hasan Basri M. Nur

Kontak peradaban --termasuk agama-- tak dapat dihindari dalam pergaulan manusia, apalagi untuk warga yang bermukim di suatu tempat yang saling berdekatan.

Aceh Singkil letaknya bertetangga dengan Pakpak, Dairi dan Tapanuli Tengah di wilayah administrasi Sumatera Utara.

Penduduk Aceh Singkil mayoritas adalah muslim. Sebagaimana belahan bumi Aceh lainnya, Islam telah menjadi bagian identitas warga Singkil, bahkan banyak ulama besar masa lalu berasal dari sini.

Sebaliknya mayoritas penduduk Pakpak, Dairi dan Tapanuli Tengah (Tapteng) adalah penganut Kristen.

Kontak manusia yang saling berbeda agama dan budaya di daratan Singkil tak dapat dihindari, apalagi setelah terjadi perpindahan status kependudukan sebagian warga dari Sumatera Utara ke Aceh Singkil, begitu juga sebaliknya.

Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa perpindahan penduduk dari Pakpak, Dairi dan Tapteng ke Aceh Singkil secara massif bermula pada tahun 1930, manakala perusahaan dari Belgia atas izin pemerintah Kolonial Belanda mendirikan industri perkebunan sawit dan karet di daratan Singkil.

Baca juga: Jenazah Warga Aceh Korban Pembunuhan di Malaysia Gagal Dibawa Pulang, Ini Penjelasan Tgk Bukhari

Perusahaan asing ini mendatangkan buruh dari Pakpak, Dairi dan Tapteng untuk bekerja di perkebunan yang baru dibangun. Para pekerja pendatang ini dominan beragama Kristen, selain Katolik.

Lalu, pada tahun 1932, Kolonial Belanda mengizinkan pendirian rumah ibadah bagi umat Kristen di Desa Kuta Kerangan, Simpang Kanan. Gereja ini, dalam wujud baru, dapat disaksikan hingga saat ini, berdiri megah di Jalan Nasional Singkil – Sibolga.

Pada sisi lain, banyak pula pendatang dari Pakpak, Dairi dan Tapanuli Tengah yang tertarik pada agama Islam. Perem Manik contohnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved