Breaking News:

Jurnalisme Warga

Keunikan Bunga Terpuk; Jadi Bumbu Masak dan Obat

Pagi Sabtu lalu langit tampak lebih cerah dibandingkan biasanya. Terlihat matahari menampakkan wajahnya dari kejauhan

Editor: bakri
Keunikan Bunga Terpuk; Jadi Bumbu Masak dan Obat
FOR SERAMBINEWS.COM
RIA NUR FADILAH, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas BBG Banda Aceh, melaporkan dari Atu Lintang, Aceh Tengah

OLEH RIA NUR FADILAH, Mahasiswi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas BBG Banda Aceh, melaporkan dari Atu Lintang, Aceh Tengah

Pagi Sabtu lalu langit tampak lebih cerah dibandingkan biasanya. Terlihat matahari  menampakkan wajahnya dari kejauhan. Saya pandang hijaunya pepohonan di hutan yang membentang luas mengelilingi sebuah desa kecil bernama Merah Jernang  yang merupakan salah satu bagian dari Kecamatan Atu Lintang di Kabupaten Aceh Tengah.

Desa Merah Jernang adalah satu dari sekian banyak daerah di pedalaman Gayo dan  memiliki keunggulan tanah yang terbilang sangat subur sehingga wilayah ini tepat sekali untuk bercocok tanam.

Letaknya yang strategis  berada di perbukitan dengan tanah berwarna hitam gembur. Tentu hasil alam yang diperoleh pun melimpah.

Libur telah tiba, saatnya saya bersiap-siap membantu ayah dan ibu berkebun. Kali ini saya diajak untuk memetik bunga terpuk. Ini bukan sembarang bunga yang pada umumnya dipetik kemudian digunakan sebagai tanaman penghias di halaman rumah. Bunga yang satu ini ternyata bukan termasuk ke dalam tanaman hias. Bunga terpuk termasuk ke dalam jenis bunga yang dapat dikonsumsi atau termasuk dalam 'edible flower'.

Dalam bahasa Gayo, tumbuhan  rempah ini biasa disebut  bunga terpuk atau yang lebih familier disebut dengan kecombrang. Terpuk (kecombrang) merupakan jenis tumbuhan tahunan yang hidup liar. Punya bunga, buah, dan biji. Semuanya bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan.

Bagian bunga kecombrang yang belum mekar atau masih kuncup sering digunakan sebagai bahan olahan dalam masakan.

Untuk sampai di kebun terpuk butuh perjuangan harus melewati jalan setapak kecil menuju kebun yang sudah tak dapat dijangkau dengan kendaraan karena rusaknya akses jalan.

Jarak untuk sampai ke kebun membutuhkan waktu kurang lebih satu jam perjalanan.

Setibanya di kebun mata saya langsung terpesona melihat deretan bunga berbatang semu tegak berpelepah membentuk rimpang  berwarna merah jambu tegak berjejer berbaris-baris menghiasi kebun.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved