Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Tolak Seruan Gencatan senjata, Mengintensifkan Serangan di Marib

Milisi Houthi yang didukung Iran menolak seruan menghentikan pertempuran di Yaman. Sebaliknya, mengintensifkan serangan darat dan rudal di daerah

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman menyerang milisi Houthi dalam bentrokan di baratlaut Provinsi Marib, Yaman tengah pada 11 Februari 2021. 

SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Milisi Houthi yang didukung Iran menolak seruan menghentikan pertempuran di Yaman.

Sebaliknya, mengintensifkan serangan darat dan rudal di daerah-daerah yang dikuasai pemerintah di provinsi tengah Marib.

Dilansir ArabNews, Jumat (1/10/2021), juru bicara milisi Houthi, Mohammed Abdul-Salam menuntut koalisi Arab Saudi menghentikan operasi militer.

Terutama mencabut apa yang dia gambarkan sebagai blokade di wilayah mereka.

DIkatakan, hal itu sebagai prasyarat untuk menerima inisiatif Arab Saudi dan upaya perdamaian yang ditengahi PBB untuk mengakhiri perang.

“Langkah-langkah untuk perdamaian termasuk menghentikan agresi, mencabut blokade, penarikan pasukan asing dari negara itu," ujarnya.

Baca juga: Yaman Lapor ke Utusan PBB, Milisi Houthi Tidak Mau Berdamai

"Koalisi Arab Saudi juga harus mengatasi dampak agresi dan membayar kompensasi,” kata Abdul-Salam di Twitter.

Seruan terbaru untuk perdamaian mengikuti inisiatif yang diumumkan pada Maret tahun lalu.

Arab Saudi mengusulkan gencatan senjata nasional di bawah pengawasan PBB.

Tuntutan untuk penghentian permusuhan ini termasuk menghentikan serangan milisi Houthi di Marib.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved