Breaking News:

Internasional

Milisi Houthi Tolak Seruan Gencatan senjata, Mengintensifkan Serangan di Marib

Milisi Houthi yang didukung Iran menolak seruan menghentikan pertempuran di Yaman. Sebaliknya, mengintensifkan serangan darat dan rudal di daerah

Editor: M Nur Pakar
AFP
Pasukan yang setia kepada pemerintah Yaman menyerang milisi Houthi dalam bentrokan di baratlaut Provinsi Marib, Yaman tengah pada 11 Februari 2021. 

Mengurangi pembatasan pelabuhan Hodeidah.

Pembukaan kembali sebagian bandara Sanaa sebelum pembicaraan langsung antara faksi-faksi yang bertikai di Yaman.

Milisi Houthi segera menolak inisiatif tersebut dengan menuntut penerbangan tak terbatas dan tidak terkendali ke dan dari bandara Sanaa.

Termasuk penghentian serangan udara koalisi terhadap pasukan mereka.

Penolakan ,milisi Houthi datang ketika mereka mengintensifkan serangan darat dengan rudal dan pesawat tak berawak di daerah yang dikuasai pemerintah di provinsi Marib.

Baca juga: Wakil Presiden Yaman Kutuk Serangan Rudal dan Drone Houthi ke Pelabuhan Mocha

Penduduk dan pejabat lokal mengatakan milisi Houthi telah mengintensifkan penembakan desa-desa dan kota-kota di provinsi Marib.

Dengan rudal balistik dan pesawat tak berawak yang dikemas dengan bahan peledak, memicu gelombang baru pengungsian di antara penduduk yang ketakutan.

Ledakan besar mengguncang distrik Juba, di selatan Marib, setelah rudal yang ditembakkan oleh Houthi menembus daerah pemukiman.

Di tempat lain, Houthi melanjutkan pengepungan terhadap ratusan keluarga di distrik Al-Abedia hingga minggu kedua.

Mencegah orang keluar atau masuk di tengah kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved