Breaking News:

Jurnalisme Warga

Asah Skill Bersama Lembaga Inovasi

PUBLIK mulai bertanya dan melirik kehadiran Lembaga Inovasi Indonesia (LII) atau Inovasi Indonesia Institute (III)

Editor: bakri
IST
ZULFATA, M.Ag Direktur Utama Lembaga Inovasi Indonesia (LII),melaporkan dari Banda Aceh 

OLEH ZULFATA, M.Ag Direktur Utama Lembaga Inovasi Indonesia (LII),melaporkan dari Banda Aceh

PUBLIK mulai bertanya dan melirik kehadiran Lembaga Inovasi Indonesia (LII) atau Inovasi Indonesia Institute (III). Hal ini terjadi karena di awal tahun 2021 LII telah membuka delapan unit cabang di Aceh.

Sejatinya LII tidak sekadar menyasari wilayah Aceh, tetapi juga akan berekspansi ke seluruh daerah di Indonesia. Sebelum memahami keberadaan LII lebih jauh, perlu saya sampaikan bahwa LII memiliki visi “Menciptakan Generasi Terampil Berinovasi Memajukan Negeri”.

Upaya mencapai visi ini LII akan menjadikan tiga sasaran utamanya yaitu: 1) terciptanya parstisipasi publik dalam membangun daerah dengan menggairahkan aktivitas hardskill dan softskill; 2) mendorong terbentuknya iklim demokrasi yang ditopang oleh kreasi berkemandirian dan berkeadaban; dan 3) menggiring terbentuknya solidaritas kewargaan sebagai ujung tombak pembangunan daerah dan bangsa.

Inovasi adalah kunci awal dalam memahami arah keberadaan lembaga ini. Ia bukan lembaga pengaderan politik praktis, apa lagi pragmatis, melainkan sebuah gerakan untuk menanamkuatkan mentalitas generasi Indonesia untuk sadar betapa pentingnya untuk fokus menemukan, merawat, dan mengorporasikan skill dalam rangka membangun beradaban daerah, negara, dan bangsa.

Terlebih tuntutan perubahan zaman saat ini mengharuskan generasi untuk terus mengasah minat pembelajarannya tanpa henti, memutakhirkan keterampilannya sesuai dengan kebutuhan zaman. Nah, di situlah titik urgensitas dari kehadiran LII bagi kondisi keindonesiaan hari ini. Sebagai landasan analisis bagi pembaca, bagaimana mungkin akan terbentuknya kekuatan kesejahteraan pada suatu daerah jika tidak menggiring generasinya untuk mandiri?

Selanjutnya, bagaimana mungkin generasi akan mandiri, tapi tidak dibentuk atau tidak diberikan haluan serta akses untuk penjaringan penguatan skill generasi? Sudah berapa banyak skill yang telah disokong secara berkelanjutan antargenerasi? Seberapa berperannya skill yang terkorporasi yang mampu menciptakan kemandirian daerah? Bagaimana faktor yang membuat kemandirian generasi masa lalu sebagai akibat dari memberdayakan skill? Bagaimana pula membidik skill untuk masa kini dan masa depan?

Rentetan pertanyaan di atas kemudian akan dijawab oleh aktivitas LII pada setiap cabang LII. Seluruh pengurus LII tidak boleh larut dalam kutukan politik lima tahunan, tidak ingin sibuk merespons kebencian dan pembelahan sesama warga akibat propaganda politik dan impitan ekonomi. LII berusaha untuk lantang berjalan sembari membangun jaringan generasi optimis dan visioner dengan bekal awalnya adalah menemukan, merawat, dan mengeksplorasi (3M) skill. Tindak lanjut 3M ini kemudian diupayakan akan menjadi inspirasi bagi lintas generasi, dan pada akhirnya LII berusaha menciptakan solidaritas berbasis inspirasi skill.

Serangkaian gagasan inilah yang disebut sebagai konsep generasi terampil memajukan negeri seperti apa yang dipertegas dalam visi LII. Dalam ruang lingkup kecil, sungguh tidak masuk akal jika pada suatu daerah tidak mampu membuka lapangan kerja ditambah pula pada suatu daerah tersebut memiliki akses permodalan, baik permodalan dari pemerintah maupun swasta.

Macetnya kesempatan akses dan membekunya perluasan membuka lapangan kerja berdasarkan kajian LII adalah disebabkan ketidakmampuan generasi memimpin kemampuan skillnya sendiri, untuk kemudian menyakinkan pihakpihak tertentu bahwa dirinya layak dimodali dan patut diberikan kesempatan serta memiliki kecakapan untuk membuka lapangan kerja. Sikap kepemimpinan dan keberanian dalam merencanakan, menindaklanjuti, serta menyakinkan orang lain tidak hadir begitu saja dari langit atau larut dalam diskusi tanpa aksi nyata.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved