Breaking News:

BI Aceh Panen Padi Organik,  Hasilkan 10,6 Ton/Hektare

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Achris Sarwani, bersama Kadis Pertanian Aceh Besar, Jafar, Kabid Tanaman Pangan

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala BI Perwakilan Aceh, Achris Sarwani, Kadistan Aceh Besar, Jafar, Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh Safrizal, lakukan panen padi organik di Gampong Ie Alang, Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat (1/10/2021). 

BANDA ACEH - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh, Achris Sarwani, bersama Kadis Pertanian Aceh Besar, Jafar, Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal, dan penyuluh pertanian, Jumat (1/10/2021), melakukan panen padi organik di Gampong Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Dari satu hektare tanaman padi organik yang didemplot BI menggunakan pupuk organik tiga bulan lalu, menghasilkan produksi gabah sebanyak 10.6 ton. Demikian disampaikan Kepala Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani, usai penghitungan hasil ubinan produksi padi organik itu.

Dikatakan, BI melakukan demplot tanaman padi organik seluas satu hektare pada musim tanam padi gadu tahun 2021, merupakan pelaksanaan program ekonomi produktif  di berbagai daerah di Indonesia, dengan komoditi unggulan di daerah setempat.

Untuk Aceh, kata Achris, BI memilih pengembangan komoditi unggulan pertanian yang banyak ditanam di daerah ini, diantaranya padi, bawang merah, cabe merah, jagung dan lainnya. “Padi organik yang dipanen ini merupakan kali kedua. Panen pertama dilakukan pada musim tanam rendeng, pada April 2021.

Demplot pengambangan tanaman padi organik BI ini, kata Acris, dilakukan Ilham, anak milenial yang masih berstatus mahasiswa semester VII Fakultas Ekonomi Universitas Abulyatama (Unaya). Tahun lalu, Ilham pernah mengikuti pelatihan petani organik yang dilakukan Kantor Perwakilan BI Aceh, di Banda Aceh.

Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Jakfar, dan Kabid Tanaman Pangan Distanbun Aceh, Safrizal, menyampaikan rasa terimakasih kepada Kepala BI Perwakilan Aceh, yang sudah membina dan membimbing petani padi di Gampong Ie Alang, Kuta Cot Glie.

Distanbun Aceh, kata Safrizal, sudah kalah dua langkah dari BI, karena pihaknya baru melaksanakan program peningkatan produktivitas lahan sawah dengan bahan organik di Pidie, tapi BI sudah berbuat lebih jauh. “Hasilnya juga sangat baik, mencapai 10,6 ton/hektare.

Selain itu, BI juga sudah membantu laboratorium pengolahan cairan pupuk organik di SMK-PP Saree. Produksi pupuk cair organik itu sudah dipakai sebagai bakteri pengurai lahan sawah yang telah tercemar bahan kimia, akibat dari penggunaan pupuk kimia berlebihan, di Pidie, beberapa waktu lalu.

“Kita salut dengan kesabaran dan ketabahannya tim BI Aceh begitu intensif membina petani padi, cabai, dan bawang merah, tentang tata cara mengolah lahan sawah dan tanam padi, menggunakan bakteri pengurai dan pupuk organik,” pungkas Safrizal.(her)  

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved