Breaking News:

Kajian Islam

Jumat di HKL: Hiduplah Seperti Disukai Allah, Jangan Hidup Sesuka Hati

hutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, dengan khatib Tgk Saifuddin SAg dan Imam Tgk H M Ikhsan AB, SE, Jumat (1/10/2021).

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM/SYAMSUL AZMAN
Tgk Saifuddin SAg 

SERAMBINEWS.COM – Hidup di muka bumi memang hanya sementara, karena kehidupan yang kekal hanya diakhirat kelak.

Bahkan ada ungkapan, kehidupan di dunia ini hanya sebatas senda gurau, kembali kepada manusia itu sendiri, bagaimana menjalani hidup, sesuai yang diperintahkan Allah SWT atau sesuai keinginan hati atau menuruti hawa napsu.

Penjelasan mengenai menjalani kehidupan di dunia ini dibahas dalam Khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek (HKL) Banda Aceh, dengan khatib Tgk Saifuddin SAg dan Imam Tgk H M Ikhsan AB, SE, Jumat (1/10/2021).

Khatib Tgk Saifuddin menjelaskan bahwa kehidupan di dunia ini tidaklah lama, semua orang akan merasakan kematian, sehingga Allah mengingatkan Allah agar manusia menjaga ibadah.

“Hidup kita di dunia ini tidaklah lama dan semua yang bernyawa akan merasakan kematian, Allah mengingatkan kita, agar manusia senantiasa beribadah dan bertakwa kepada Allah,” sebut khatib dari mimbar.

Baca juga: Pemuda SUMUT Masuk Islam di Masjid Haji Keuchik Leumiek Banda Aceh, Ungkap Senang Dengar Buya Yahya

Khatib juga menjelaskan, agar manusia jangan hanya beriman kepada Allah namun takut kepada manusia, Allah berpesan agar menjadi manusia yang bertakwa dan setiap manusia mesti mempersiapkan bekal untuk hari esok (Hari Akhir).

“Jangan sampai manusia beriman namun tidak memiliki ketakutan kepada Allah, malah lebih takut pada manusia yang pada dasarnya juga ciptaan Allah SWT. Sebagai Muslim, haruslah mempersiapkan diri atau bekal untuk hari esok,” ujar Tgk Saifuddin.

Apalagi semua yang ada di dunia, kekayaan, jabatan dan semua kenangan, hanyalah sebuah kefanaan, karena yang benar nyata adalah keimanan.

Harta benda adalah benda yang tidak ada, tidak akan dibawa apabila sudah berganti dunia. Mobil, tanah, uang maupun berbagai aset, adalah benda yang tidak akan bisa dibawa apabila dunia telah berganti.

“Semua yang ada di dunia ini, baik jabatan, kekayaan tidak akan ditanyakan di akhirat, hanya amal ibadah akan menjadi cahaya dan menjadi harta berharga di akhirat,” terang khatib.

Baca juga: Khutbah Jumat di Masjid Haji Keuchik Leumiek, Khatib: Kerjakan Kemungkaran Maka Balasannya Kejahatan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved