Breaking News:

Berita Kesehatan

Kelainan Metabolik Pada Ibu Dapat Beresiko Lahirkan Bayi Prematur

Jadi apabila kelahiran bayi sebelum itu maka disebut prematur, dan dapat berimbas ke berat badan bayi yang baru lahir.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM
Ketua Komite Staf Medik Anak RSIA Banda Aceh, dr Wardah M Ked (Ped) SpA dan Ketua Komite Staf Medik Obstetri dan Ginekologi RSIA, dr T Kharrif Indra Utama SpOG menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema “Prematur Dilihat dari Aspek Ibu dan Anak” yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90,2 MHz dan Facebook Serambinews.com, Sabtu (2/10/2021). Host, Iska Novita. 

Laporkan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Prematur adalah kelahiran bayi sebelum usia kehamilan cukup bulan. Sementara usia cukup bulan tersebut adalah 37-40 minggu.

Jadi apabila kelahiran bayi sebelum itu maka disebut prematur, dan dapat berimbas ke berat badan bayi yang baru lahir.

Hal ini disampaikan Ketua Komite Staf Medik Anak Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Banda Aceh, dr Wardah M Ked (Ped) SpA saat menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema “Prematur Dilihat dari Aspek Ibu dan Anak” yang disiarkan langsung melalui Radio Serambi FM 90,2 MHz dan Facebook Serambinews.com, Sabtu (2/10/2021).

Program yang dipandu Host Iska Novita itu juga menghadirkan nara sumber lainnya yaitu Ketua Komite Staf Medik Obstetri dan Ginekologi RSIA, dr T Kharrif Indra Utama SpOG.

“Bayi yang lahir prematur ada kemungkinan berat badan bayinya cukup, dan ada kemungkinan juga nanti beratnya kurang,” sebut dr Wardah.

Sementara untuk tanda-tanda bayi yang dilahirkan prematur apabila belum cukup bulan, kata dr Wardah, maka semua organnya belum berfungsi secara maksimal.

Baca juga: Kisah Tragis Gadis 13 Tahun Meninggal saat Melahirkan Bayi Prematur, Ternyata Dihamili Ayah Kandung

“Organ-organnya semua belum matang dan fungsinya terganggu, seperti fungsi pernapasan, jantungnya, ginjalnya, suhunya,” urai dia.

“Bayi-bayi yang kecil itu rentan mengalami kedinginan karena lemak dibawah kulitnya masih tipis. Fungsi pernapasannya terganggu karena paru-parunya belum mampu mengembang secara maksimal,” jelasnya.

Ketua Komite Staf Medik Obstetri dan Ginekologi RSIA, dr T Kharrif Indra Utama SpOG menjelaskan, ibu-ibu yang beresiko melahirkan bayi prematur yaitu ibu yang mempunyai kelainan metabolik, misalnya anemia yang berkepanjangan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved