Breaking News:

Vaksinasi

Sekda Aceh Sosialisasi Manfaat Vaksin kepada Pimpinan Pesantren dan Dayah di Aceh

Pada hari Selasa (5/10), Bireuen Aceh Utara, Lhokseumawe. Pada Rabu (6/10) dilanjutkan ke Aceh Tengah , Bener Meriah dan Gayo Lues.

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Yazid, dai perbatasan Aceh Singkil menceritakan pengalaman dirinya saat terpapar Covid-19 dalam acara sosialisasi vaksin Covid-19 kepada dai perbatasan se-Aceh, di ruang rapat Sekda Aceh, Banda Aceh, Kamis (30/9/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Sekda Aceh dr Taqwallah M Kes bersama rombongan yaitu Kadis Badan Dayah, Kadis Syariah Islam dan pejabat lainnya, mulai hari Senin (4/10/2021) sampai Senin depan (11/10/2021) melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pesantren di Aceh dalam rangka sosialisasi manfaat vaksin covid 19 kepada Pimpinan Psantren dan Dayah di Aceh.

“Kunjungan kerja sosialisasi vaksin kepada Pimpinan Pesantren dan Dayah di daerah kita lakukan, untuk mempercepat peningkatan kekebalan (imunitas) tubuh santri terhadap ancaman penularan virus corona,” kata Taqwallah kepada Serambinews.com saat akan berangkat ke Aceh Tamiang, Minggu (3/10/2021) di Banda Aceh.

Taqwallah menjelaskan, jadwal kunjungan sosiasilasi vaksin kepada Pimpinan Pesantren dan Dayah, pada Senin (4/10/2021) ada tiga daerah yang dikunjungi yaitu Aceh Tamiang, Langsa dan Aceh Timur.

Baca juga: Begini Grafik Perkembangan Covid-19 di Lhokseumawe Pada Oktober, Kasus 3, Sembuh 14 & Nol Meninggal

Pada hari Selasa (5/10), Bireuen Aceh Utara, Lhokseumawe. Pada Rabu (6/10) dilanjutkan ke Aceh Tengah , Bener Meriah dan Gayo Lues.

Pada hari Kamis (7/10) dilanjutkan ke Kutacane dan Aceh Singkil. PadaJumat (8/10) dilanjutkan ke Kota Subulussalam dan Aceh Selatan, Sabtu (9/10) dilanjutkan ke Abdya dan Nagan Raya, Minggu (10/10) dilanjutkan ke ke Aceh Barat, dan Aceh Jaya, pada Senin (11/10) dilanjutkan ke Pidie, Pijay dan kembali ke Banda Aceh.

Taqwallah menjelaskan, virus corona itu ditularkan dari manusia ke manusia. Jadi, untuk mengurangi perkembanganbiakan virus corona di sebuah lingkungan, harus dengan vaksin.

"Vaksin membuat daya tahan tubuh meningkat, sehingga jika ada virus corona yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut dan hidung, ada yang melawannya yaitu cairan vaksin yang pernah disuntikkan dalam tubuh kita," ujarnya.

Pengetahuan ini, kata Taqwallah, perlu disampaikan kepada Pimpinan Pesantren dan Dayah, agar mereka mau menerima pelaksanaan kegiatan vaksinasi kepada para santrinya untuk meningkatkan imunitas lingkungan psantren dan dayah.

Orang yang sudah divaksin, lanjut Taqwallah, imunitas atau kekebelan tubuh terhadap serangan virus corona menjadi naik.

Kalaupun sakit karena terpapar virus corona, sakitnya tidak parah, setelah minum obat anti covid 19 dan vitamin, serta istrahat yang cukup, tubuh dan badannya kembali sehat.

Baca juga: Jokowi Beli Pisang Rp 20 Ribu Dibayar Rp 1 Juta, Resmikan PLBN Sota dan Terminal Bandara Mopah

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved