Breaking News:

Opini

Olahraga Meningkatkan Kekebalan terhadap Covid-19

Penyakit yang bermula dari Wuhan-Cina ini menyebar sangat cepat sehingga telah menginfeksi lebih dari 214 juta orang di seluruh dunia dengan angka

Editor: bakri
Olahraga Meningkatkan Kekebalan terhadap Covid-19
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Oleh Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah menjadi pandemi di seluruh negara di dunia.

Penyakit yang bermula dari Wuhan-Cina ini menyebar sangat cepat sehingga telah menginfeksi lebih dari 214 juta orang di seluruh dunia dengan angka kematian mencapai lebih dari 4 juta jiwa, berdasarkan data Worldometers 26 Agustus 2021. Salah satu faktor yang menyebabkan mudahnya seseorang terinfeksi virus Covid-19 adalah sistem imun (kekebalan) yang lemah.

Istilah sistem imun sudah tidak asing lagi di telinga kita saat ini. Secara harfiah, sistem imun didefinisikan sebagai suatu sistem pertahanan alamiah yang terdapat di dalam tubuh yang berfungsi untuk melawan organisme penyebab penyakit seperti jamur, parasit, bakteri, dan virus.

Kekebalan tubuh dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya: genetik, umur, jenis kelamin, status gizi, dan kondisi fisik (kesehatan dan kebugaran fisik). Kesehatan dan bugaran fisik dapat ditingkatkan dengan melakukan olahraga teratur.

Olah raga ibarat pisau bermata dua, di satu sisi olah raga dapat meningkatkan kesehatan, namun di sisi lain olah raga justru memicu berbagai penyakit atau bahkan kematian. Berbagai riset epidemiologis dan juga uji klinis telah membuktikan manfaat olah raga terhadap kesehatan.

Olah raga berfungsi sebagai modulator sistem kekebalan tubuh dengan cara merangsang imunitas seluler. Seperti yang dilansir dari Jurnal Clinical and Experimental Medicine terbitan Juli 2020, olah raga yang dapat meningkatkan imun adalah olah raga intensitas sedang yang dilakukan secara teratur, sedangkan olah raga intensitas tinggi berkepanjangan (kronis) tanpa disertai dengan fase istirahat yang cukup akan mengakibatkan disfungsi sistem imun sehingga menurunkan imunitas seluler dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit infeksi.

Menurut International Society for Exercise and Immunology (ISEI), penurunan kekebalan tubuh akan terjadi setelah 90 menit olah raga intensitas tinggi. Oleh karena itu tidak disarankan untuk melakukan olahraga intensitas tinggi dalam jangka waktu lama.

Patut menjadi perhatian kita adalah apakah semua jenis olah raga dapat meningkatkan kekebalan tubuh? Lalu olah raga yang bagaimana yang dapat meningkatkan kekebalan?

Sejak tahun 2007, American College of Sports Medicine (ACSM) sudah mendeklarasikan bahwa olah raga adalah obat. Dengan demikian, olah raga harus dilakukan sesuai dengan dosisnya, artinya tidak boleh kurang dan juga tidak boleh melebihi dosis yang dibutuhkan. Mengapa demikian? Karena setiap orang memiliki dosis olah raga yang berbeda sesuai dengan kondisi tubuhnya dan olah raga yang dilakukan harus mengikuti prinsip FITT (Frequency, Intensity, Time, dan Type).

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved