Breaking News:

1 Jam Bersama Diaspora

VIDEO Kisah Putra Aceh di Kanada, Dulu Bawa Istri dan Bayi Hingga Harus Ikut Program Kursus Bahasa

Fazzil Amri pernah menuntut ilmu di MTs Jeumala Amal tepatnya pada tahun 1992 dan melanjutkan pendidikan setingkat SMA di Kandang Lhokseumawe.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM - Berawal dari sebuah peristiwa yang nyaris merenggut nyawanya pada awal penerapan Darurat Militer di Aceh, tahun 2003, Fazzil Amri, pria asal Peunteut Lhokseumawe kini telah menjadi pengawas pada perusahaan besar yang bergerak di jasa pengecatan, di Vancouver Kanada.

Amri berbagi kisah hidupnya saat hadir pada "Program 1 Jam Bersama Diaspora" yang dipandu oleh Pemimpin Redaksi Serambi Indonesia Zainal Arifin M Nur, Rabu (6/10/2021).

Program rutin setiap hari Rabu yang kali ini mengangkat tema "Cerita Amri Dan Mr Asam Sunti Di Kanada" disiarkan langsung di Facebook Serambinews.com dan Serambi On TV.

Fazzil Amri bercerita panjang lebar tentang kisah perjalanan hidupnya dari semenjak SD di Peunteut, MTs Jeumala Amal di Luengputu Pidie Jaya, dan SMA di Kandang.

Setelah gagal berkuliah di Unsyiah, Amri kemudian merantau ke Jakarta.

Pada tahun 1996 ia merantau ke Malaysia dan sempat beberapa tahun bekerja di kedai runcit di negeri jiran itu.

Pada tahun 1998 karena saat itu sedang hangat-hangatnya GAM, ia memutuskan pulang ke Aceh ikut bergabung dengan GAM.

Amri mengatakan, saat bergabung dengan GAM dulu, dia satu leting dengan Suaidi Yahya yang saat ini menjadi Wali Kota Lhokseumawe.

Sebuah peristiwa yang menimpanya pada saat pemberlakuan darurat militer membuat Amri memutuskan memboyong istri dan seorang anaknya yang masih bayi ke Malaysia.

Dari negeri jiran ini, takdir kemudian membawa Fazzil Amri dan keluarganya ke Vancouver, Kanada.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved