Breaking News:

1 Jam Bersama Diaspora

VIDEO Kisah Putra Aceh di Kanada, Dulu Bawa Istri dan Bayi Hingga Harus Ikut Program Kursus Bahasa

Fazzil Amri pernah menuntut ilmu di MTs Jeumala Amal tepatnya pada tahun 1992 dan melanjutkan pendidikan setingkat SMA di Kandang Lhokseumawe.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Zaenal

“Tanggal 21 Februari 2003 kami tiba di Kanada. Saat itu anak kami masih berusia satu tahun. Kini dia sudah berusia hampir 20 tahun dan sudah kuliah semester 2 di Univeritas British Columbia,” ungkap pria yang kini sudah dikarunai tiga orang anak.

Baca juga: VIDEO Cerita Mister Asam Sunti di Kanada Ingin ke Sabang dan Nikmati Kelapa Muda Sampai Puas

Baca juga: Cerita Fazzil Amri, Warga Aceh di Kanada Pembuat Video Pria Bule Cicipi Pliek dan Asam Sunti

Kini jadi supervisor

Ketika pertama kali tiba di Kanada 18 tahun lalu, Fazzil Amri mengikuti program pembelajaran Bahasa Inggris dari Pemerintah Kanada.

Selama satu tahun mengikuti program ini, dia mulai beradaptasi dan berinteraksi dengan lingkungan barunya.

Ia kemudian melamar pekerjaan dan akhirnya diterima di perusahaan jasa pengecatan gedung sebagai helper atau tenaga bantuan.

Kesabaran, loyalitas, keuletan, kejujuran, dan sikapnya yang baik, membuat bos perusahaan itu memberikan kepercayaan lebih kepada Fazzil Amri.

Ia kini telah menjadi supervisor alias pengawas pada perusahaan tersebut.

Menurut Amri, bos di perusahaannya sangat respect dengan dirinya dan beberapa pekerja asal Aceh di perusahaan itu.

Si bos menganggap pekerja asal Aceh memiliki sifat yang santun, pekerja keras, jujur, dan dapat diandalkan dalam berbagai situasi.

Klik gambar di bagian atas berita untuk menonton video tentang kisah Fazzil Amri yang kini menjadi pengawas pada perusahaan jasa pengecatan di Kanada.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved