Internasional
Presiden Terguling Afghanistan Sudah Perkirakan Kabul Jatuh ke Tangan Taliban
Presiden terguling Afghanistan Ashraf Ghani sudah perkirakan Kabul jatuh ke tangan Taliban sebulan sebelumnya.
SERAMBINEWS.COM, KABUL - Presiden terguling Afghanistan Ashraf Ghani sudah perkirakan Kabul jatuh ke tangan Taliban sebulan sebelumnya.
Dia mulai berlatih melarikan diri, setidaknya sebulan sebelum Kabul jatuh ke tangan Taliban seperti yang dituduhkan berbagai pihak.
Seorang pejabat di pasukan perlindungan Presiden Ashraf Ghani curiga dengan persiapan tersebut, dia segera dipecat.
Hal itu disampaikan oleh seorang mantan orang dalam istana kepresidenan kepada 1TV Afghanistan, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (7/10/2021).
Ghani akhirnya melarikan diri dari negara itu ke Uzbekistan dengan salah satu dari tiga helikopter.
Baca juga: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani Kabur, Takut Dieksekusi Taliban
Bertepatan dengan Taliban memasuki kota itu pada 15 Agustus 2021.
Mantan pejabat Bank Dunia itu telah dituduh membawa puluhan juta dolar AS ke luar negeri bersamanya, tetapi dia membantah.
Dalam beberapa hari terakhir, media Afghanistan menerbitkan laporan tentang pelarian presiden.
Terutama menyoroti kekacauan di antara pendamping Ghani saat pemerintahannya akan runtuh.
Ghani mengatakan dia melarikan diri untuk menghindari Kabul berubah menjadi pertumpahan darah.
Tetapi pelariannya yang terburu-buru juga melemahkan kesepakatan gencatan senjata yang akan membuat transisi ibu kota selama dua minggu.
Menurut akun orang dalam lain yang tidak disebutkan namanya pada pukul 8 pagi,
Sebuah harian Afghanistan saat itu melaporkan, Ghani melarikan diri dan pengawalnya berebut kursi di helikopter.
Baca juga: Presiden Ashraf Ghani Bersumpah Akan Kembali Ke Afghanistan Tegakkan Keadilan Bagi Warganya
Ketika pesawat akhirnya terbang ke utara, kru memperingatkan mereka kelebihan beban sehingga harus membuang barang bawaan.
Para pengawal membuang senjata dan pelindung tubuh untuk meringankan beban.
Ketika helikopter mendarat di Uzbekistan, para pejabat yang melarikan diri disambut dengan kecurigaan oleh pasukan Uzbekistan.
Semua pengungsi kecuali lingkaran dalam Ghani di samping heli dan menghabiskan 31 jam menunggu meringkuk di landasan.
Dia tidak diizinkan untuk menggunakan toilet atau tidur di dalam.
Sehari kemudian sebuah pesawat kecil berkapasitas 60 kursi mendarat untuk membawa seluruh rombongan termasuk Ghani ke UEA.
Ghani sejak itu mengeluarkan pernyataan yang mengatakan dirinya didesak untuk pergi oleh tim keamanannya.
Dengan alasan, jika dirinya tetap tinggal, ada risiko pertempuran mengerikan yang dialami kota itu selama perang saudara tahun 1990-an.
Baca juga: Ashraf Ghani Dicurigai Gelapkan Uang Bantuan Afghanistan, Partai Republik AS Desak Penyelidikan
"Meninggalkan Kabul adalah keputusan paling sulit dalam hidup saya," ujar Ghanis.
"Tapi saya yakin itu satu-satunya cara untuk membungkam senjata dan menyelamatkan Kabul dan 6 juta warganya," katanya.
Dia menepis laporan telah pergi dengan uang jutaan dolar AS.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-afghanistan-ashraf-ghani1.jpg)