Breaking News:

Jurnalisme Warga

Transformasi Pendidikan dan ‘Hijrah’ Perguruan Tinggi Islam

BEBERAPA tahun terakhir sejumlah perguruan tinggi keagamaan Islam mengalami penguatan- penguatan struktural yang cukup signifikan

Editor: bakri
Transformasi Pendidikan dan ‘Hijrah’ Perguruan Tinggi Islam
FOR SERAMBINEWS.COM
ARKIN, S.IP, Panitia Pelaksana International Conference on Islamic Studies (ICIS) Tahun 2021 UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Banda Aceh

Di akhir sambutan, Wamenag RI ini menitip pesan kepada para sarjana dan peneliti Indonesia khususnya dan para partisipan konferensi ini pada umumnya untuk memupuk kepercayaan diri yang tinggi untuk bersama-sama mempromosikan dan menjadikan Islam Wasathiyah sebagai harapan akan masa depan peradaban dunia.

"Mari kita bangun rasa ‘percaya diri’ untuk menunjukkan kemampuan kita hidup damai dan berdampingan bersama dalam merawat keragaman praktik keberagamaan di tengah keragaman suku, budaya, dan agama. Mari kita buktikan bahwa praktik keagamaan yang kita miliki ini telah mampu menciptakan masyarakat yang toleran, rukun, serta sekaligus solutif menghadapi berbagai tantangan global, khususnya tantangan radikalisme, ekstrimisme dan terorisme," tutupnya.

Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang tampil sebagai salah satu keynote speaker menjelaskan bahwa salah satu mandat pendidikan tinggi keagamaan Islam adalah peningkatan kualitas dan transformasi lembaga. Sebagai implementasi mandat tersebut, kapasitas perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia telah ditingkatkan dengan membuka fakultas sains dan teknologi, bahkan fakultas kedokteran.

Untuk itu, menurut Menag, transformasi pendidikan di PTKI menjadi perhatian pemerintah, dalam hal ini Kemenag untuk memastikan agar PTKI yang ada mampu mendukung visi untuk menjadikan Indonesia pusat kajian Islam rahmatan lil ‘alamin.

Menag menambahkan, pembangunan berkelanjutan dalam pendidikan tinggi keagamaan Islam tidak berhenti dengan menghadirkan fakultas sains dan teknologi. “Lebih jauh, untuk menghindari konflik antara muslim dan komunitas lainnya, Kemenag juga menyiapkan ‘duta muslim moderat’. Kami juga mendirikan Rumah Moderasi Beragama pada setiap PTKI untuk mencegah ekstremisme,” kata Menag. Kegiatan ICIS tahun 2021 ini mengusung tema “Islam and Sustainable Development”.

Sejumlah tokoh nasional tampil sebagai pembicara utama, di antaranya Wapres KH Ma’ruf Amin, Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wapres Ke-10 dan Ke-12 RI, M Jusuf Kalla. Selain menghadirkan tiga narasumber utama, konferensi tahunan ini juga menghadirkan pembicara lain seperti Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional RI Sofyan A Djalil, Menteri Agama RI periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Taman Iskandar Muda Jakarta, Dr Surya Dharma.

Dari kalangan akademisi dan peneliti turut diundang Prof Sukree Lungputeh PhD dari Fatoni University, Prof Amin Abdul Aziz PhD dari Universiti Brunei Darussalam, Prof Ts Dr Mohd Sobhi bin Ishak dari Universiti Kebangsaan Malaysia, Prof Wen Chin Ouyang PhD dari SOAS University of London, dan Prof Adham Hamawiya PhD dari Al-Baath University of Suriah. Majelis ilmu yang luar biasa ini semoga besar manfaatnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved