Breaking News:

Berita Aceh Timur

Angin Kencang dan Ombak Besar Porak-porandakan Jamboe Pedagang di Pantai Peulangi

Angin kencang disertai ombak besar memporak-porandakan Jamboe milik warga (pedagang) di pantai Peulangi, Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur

Penulis: Seni Hendri | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Angin kencang disertai ombak besar, menyebabkan Jambo warga di pantai Peulangi, di Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur, rusak berat, dan sebagian pohon tumbang, Kamis (8/10/2021). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Angin kencang disertai ombak besar memporak-porandakan Jamboe milik warga (pedagang) di pantai Peulangi, Desa Matang Rayeuk, Kecamatan Idi Timur.

Menurut pengakuan, Herijal salah satu pedagang di pantai tersebut, angin kencang disertai ombak besar yang menyebabkan Jamboe-jamboe milik pedagang rusak parah, dan pohon kayu bertumbangan itu terjadi Kamis (7/10/2021) sekitar pukul 10.00 WIB.

"Karena angin sangat kencang sehingga menyebabkan ombak besar atau air laut pasang.

Saking kencangnya, sehingga menyebabkan sejumlah Jambo milik pedagang di pantai ini rusak parah, dan sebagian lagi rusak ringan," ungkap Herijal salah satu pedagang di lokasi.

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Aceh Selatan Terus Merangkak, Kini Tembus Rp 2.100/Kg

Untuk diketahui, tak jauh dengan pantai di lokasi ini terdapat, Tambak Udang percontohan nasional milik Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Warga pemilik Jambo yang rusak parah akibat angin kencang sangat sedih karena musibah ini.

Pasalnya, sebagian warga hanya mengandalkan hasil jualan di pantai ini sebagai pendapatan sehari-hari.

"Tapi apa boleh buat, sudah musibah dan takdir dari Allah SWT," ungkap Ramlah, pedagang lainnya.

Angin kencang disertai air pasang ini, jelas Herijal sebelumnya sering terjadi tapi dampaknya tidak separah kali ini.

Baca juga: Alhamdulillah, Jumlah Warga Bireuen Positif Covid-19 Terus Menurun

"Pedagang berharap adanya perhatian pemerintah dalam bentuk bantuan untuk memperbaiki Jambo warga yang rusak," ungkap Ramlah.

Selain itu, warga berharap adanya kelanjutan pembangunan batu penahan ombak agar kejadian serupa tak terjadi lagi.

Karena sebelah barat Pantai yang sudah ada pembangunan batu penahan ombak tidak ada kerusakan, karena ombak besar tertahan oleh batu tersebut.

Baca juga: Sebelum Terlambat, Judi Online Wajib Diblokir, di Inggris Kerugian Capai Rp 23 Triliun

Herijal, mengaku Muspika bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perangkat desa sudah meninjau Jambo warga yang rusak akibat angin kencang sekaligus mendata Jambo milik warga yang rusak berat dan ringan.

"Warga berharap dari kunjungan muspika ini agar adanya bantuan dari pemerintah kepada korban terdampak Angin kencang," harap Herijal. (*)

Baca juga: Gajah Liar Kejar Warga Tangse, Ada Patah Tangan Saat Lari, Kaki Diinjak dan Tubuh Dililit Belalai

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved