Breaking News:

Judi Online Merusak Moral dan Ekonomi

MARAKNYA judi online di kalangan generasi Aceh saat ini semakin mengkhawatirkan. Kalangan ulama mengimbau pemerintah lebih serius

Editor: bakri
Judi Online Merusak Moral dan Ekonomi
FOR SERAMBINEWS.COM
BUSTAMAM USMAN, Ketua Komisi B MPU Banda Aceh

MARAKNYA judi online di kalangan generasi Aceh saat ini semakin mengkhawatirkan. Kalangan ulama mengimbau pemerintah lebih serius menangani persoalan ini, karena judi bukan hanya merusak moral generasi, tapi juga bisa menghancurkan ekonomi.

Hal itu disampaikan oleh Tgk Bustamam Usman SHI MA, Ketua Komisi B MPU Banda Aceh, dalam rilis kepada Serambi beberapa hari lalu. “Setiap yang namanya judi, online maupun offline, hukumnya haram. Karena itu pemerintah dan masyarakat wajib memberantaskan segala jenis perjudian ini,” ujar Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

Tgk Bustamam mengatakan, saat ini banyak kalangan disibukkan dengan kegiatan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Menurutnya, ini adalah bagian dari bentuk ikhtiar duniawi. Ia berharap ikhtiar ini jangan sampai melupakan kiat-kiat ikhtiar ukhrawi dalam mentauhidkan Allah SWT, sebagaimana taushiyah Hujjatul Islam Imam al-Ghazali Rahimallahuta’ala yaitu memperbanyak istiqfar, menegakkan shalat dan membanguskan doa.

“Jika ini dibiarkan maka peluang untuk terjadinya maksiat baik secara online maupun offline sangat rentan terjadi di masa pandemi ini, tak hanya di kalangan anak muda, bahkan merasuk kepada anak-anak dan orang tua,” ujarnya.

Ia mengatakan, dampak judi online sangat luas yang bermuara pada pendangkalan aqidah, peningkatan kriminalitas, krisis moral, dan merebaknya praktik perekonomian masyarakat yang ada unsurnya riba/rentenir dan kejahatan lainnya.

Allah SWT telah berfirman dalam Alquran surat Al-Maidah ayat 90 yang artinya; wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi (berkorban untuk) berhala, dengan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan, maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.

Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad yaitu, dari Sulaiman bin Buraidah, dari ayahnya, Nabi Muhammad Shallahu‘alaihiwasallam bersabda, “Barangsiapa yang bermain dadu, maka ia seakan-akan telah mencelupkan tangannya ke dalam daging dan darah babi.”

Juga sesuai dengan kaidah fiqh/ushul fiqh yang artinya hukum sarana sesuatu perbuatan sama dengan hukum perbuatan itu sendiri. “Fatwa MPU Aceh nomor 01 tahun 2016 tentang judi, perlu diimplementasikan oleh pemerintah dengan serius di tengah masyarakat,” kata Tgk Bustaman.(nal)

Tausiyah MPU Aceh terkait judi online:

  • Pemerintah diharapkan untuk melakukan sosialisasi yang lebih insentif tentang bentuk dan bahaya negatif judi online
  • Pemerintah diharapkan agar meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan teknologi media internet
  • Pemerintah diharapkan menindak tegas para pihak yang terlibat dalam kegiatan perjudian
  • Pemerintah diharapkan untuk segera memblokir situs-situs porno (pornografi dan pornoaksi) dan yang terindikasi perjudian
  • Masyarakat diharapkan mengawasi dan melaporkan kegiatan perjudian kepada pihak yang berwajib
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved