Breaking News:

Video

VIDEO Keseharian Para Santri yang Mandiri dalam Proses Belajar di Dayah Taqiyuddin Cubo Pidie Jaya

Dengan fasilitas serba terbatas, semangat juang para santri yang terdiri dari tingkat dasar (SD) dan SMP ini patut diapresiasi.

Penulis: Idris Ismail | Editor: Hari Mahardhika

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Hawa dingin di perbukitan bukit Gampong Blang Baro Kemukiman Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya (Pijay) usai shalat subuh tidak menyurutkan semangat ratusan santri Dayah Mahadul Ulum Taqiyuddin Al-Aziziyyah dalam mempersiapkan diri memasuki jam belajar, Jumat (8/10/2021).   

Dengan fasilitas serba terbatas, semangat juang para santri yang terdiri dari tingkat dasar (SD) dan SMP ini patut diapresiasi.  

Saban hari secara mandiri, mereka menyiapkan mata pelajaran untuk sekolah, kemudian pada malam harinya mengaji mempelajari berbagai kitab disiplin ilmu agama.  

Sebanyak 150 santri yang mondok di Dayah Ma'hadul Ulum Taqiyuddin Al-Aziziyah ini berasal dari berbagai kabupaten/Kota di Aceh baik dari Pidie, Pijay, Bireun, Banda Aceh, Aceh Utara dan bahkan dari negeri jiran, Malaysia.  

Pimpinan Dayah, Tgk H Jamaluddin (46) kepada Serambinews.com, Jumat (8/10/2021) disela-sela mengawal santri mengatakan, adapun kajian yang berlangsung usai belajar jam sekolah ini terdiri dari ilmu nahwu saraf, matan taqrib, hingga kitab ping tinggi Tahrir atau setingkat Mahally.  

Selain itu juga, menyangkut dengan biaya hidup, pihak dayah tidak memasang tarif tinggi.  

Bagi santri tingkat SD hanya dipungut Rp 200.000, sedangkan SMP Rp 250.000.  

Untuk biaya pendidikan, dayah ini hanya menerima Rp 20.000 per bulan untuk setiap santri.  

Keberadaan dayah yang berada di tengah pemukiman itu menjadi perhatian penuh dari masyarakat.   

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved