Breaking News:

Video

VIDEO - Persoalan Batas Aceh-Sumut Google Maps tidak Bisa Jadi Dasar Penetapan Batas Suatu Daerah

Informasi disajikan Google Maps yang menjadi database hanya sebatas indikatif dan tidak bisa dijadikan batas definitif.

Penulis: Dede Rosadi | Editor: m anshar

Laporan Dede Rosadi | Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Sebagian wilayah Desa Lae Balno, Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh, berdasarkan Google Maps, masuk Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut).

Terkait hal itu Kepala Kantor Pertanahan Aceh Singkil, Muhammad Reza,  berpendapat Google Maps tidak bisa menjadi dasar hukum dalam penetapan batas administrasi suatu daerah. 

Sebab hanya berdasarkan Geotagging (posisi karena di-tag) dan Geocoding (pengkodean dan penamaan suatu lokasi, tempat atau daerah) yang dibuat oleh pihak tertentu.

Termasuk toponimi atau penamaan terhadap objek-objek penting di muka bumi ini. Jadi intinya sebut Reza informasi  disajikan Google Maps yang menjadi database hanya sebatas indikatif dan tidak bisa dijadikan batas definitif.

Kendati tidak bisa dijadikan dasar hukum penetapan batas. Namun Reza, menyatakan mendukung protes yang dilakukan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Ir H Azhar Abdurrahman kepada Google Indonesia, tentunya dengan mendasarkan pada Permendagri nomor 30  tahun 2020 tentang Penetapan Batas Daerah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh dengan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.

Sementara itu Sekda Aceh Singkil Drs Azmi, MAP, mengatakan masuknya wilayah Lae Balno ke Sumatera Utara dalam Google Maps menyebabkan terjadi kesalah pahaman di tengah masyaraktanya sehingga memicu terjadinya protes. 

Untuk itu Sekda meminta pihak Google Indonesia segera memperbaikinya dengan menyesuaikan pada Permendagri nomor 30  tahun 2020 tentang Penetapan Batas Daerah Kabupaten Aceh Singkil Provinsi Aceh dengan Kabupaten Tapanuli Tengah Provinsi Sumatera Utara.(*) 

Narator: Ilham

Video Editor: M Anshar

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved