Breaking News:

Salam

Elektabilitas Parpol Masih akan Terus Berubah-ubah

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra mengalami penurunan elektabilitas dalam beberapa bulan terakhir tahun ini

Editor: bakri
Serambinews.com

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra mengalami penurunan elektabilitas dalam beberapa bulan terakhir tahun ini. Sedangkan beberapa partai lain seperti Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), dan PKS berada dalam tren positif dari segi elektabilitas.

Itulah antara lain gambaran hasil survei yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) terkait keterpilihan partai politik. PDI Perjuangan yang memperoleh angka elektabilitas 22,1 persen memang masih mendominasi di antara partai lainnya. Di urutan kedua merangkak naik ada Golkar dengan 11,3 persen. Urutan ketiga ada PKB dengan 10,0 persen. Keempat Gerindra 9,9 persen, dan Demokrat 8,6 persen.

Meskipun PDIP tertinggi, tapi tren keterpilihannya terus turun. Oktober 2020 masih di 27,4 persen, lalu merosot jadi 24,9 persen pada Maret 2021. Kemudian, sempat naik sedikit pada Mei dengan 25,9 persen, lalu merosot lagi pada September menjadi 22,1 persen. Tren Gerindra juga terlihat anjlok. Pada Maret 2020 elektabilitas berada di 13,6 persen. Kemudian merosot pada Oktober 2020 menjadi 7,7 persen. Merangkak naik jadi 11,6 pada Maret 2021, turun lagi menjadi 10,7 pada Mei 2021. Kini berada di 9,9 persen.

Hasil survei justru memperlihatkan tren kenaikan yang kuat terjadi pada PKB, PKS, dan Demokrat. Pada Maret 2021, PKB berada di posisi elektabilitas 7,5 persen, lalu naik menjadi 9,7 persen pada Mei. Kini menjadi 10,0 persen. Sedangkan Partai Demokrat, Maret ada pada 7,7 persen. Turun menjadi 6,6 persen pada Mei 2021. Lalu, kini naik tinggi menjadi 8,6 persen. Begitu juga dengan PKS, Maret 5,2 persen, lalu Mei menjadi 4,6 persen. Kini naik drastis menjadi 6,0 persen.

Elektabilitas adalah tingkat keterpilihan atau ketertarikan publik dalam memilih sesuatu, baik itu seorang figur, lembaga, partai, maupun barang dan jasa. Dan, hasil survei-survei yang dilakukan berbagai lembaga akan menjadi salah satu faktor yang sangat mempengaruhi ketertarikan masyarakat terhadap sesuatu, seperti partai politik.

Karenanya, menjelang pilpres dan pileg serentak 2024, dipastikan akan banyak sekali survei-survei mengenai elektabilitas parpol maupun figur-figur kandidat presiden, wapres, gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota.

Tiga bulan lalu, Lembaga survei Suara Milenial Institute merilis survei terbarunya yang antara lain terkait elektabilitas partai politik di masa pandemi. Dan, hasilnya juga terlihat adanya penurunan elektabilitas partai-partai lama dibandingkan perolehan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

Salah satu sebab menurunya elektabilitas parpol-parpol besar adalah karena publik merasa belum melihat subangsih dan kepedulian partai-partai dalam meringankan beban masyarakat selama pandemi. “Penurunan terjadi hampir di semua partai politik yang pernah bertarung di pemilu 2019, karena publik belum melihat sejauhmana sumbangsih mereka dalam meringankan beban masayrakat,” terang survei itu.

Yang tak kalah penting, pilpres masih setahun lebih. Jadi, kata seorang analis politik, politisi yang sekadar kader biasa atau yang tak berpartai (kepala daerah, pemuka agama, selebritas hingga unsur TNI/Polri) masih punya peluang diusung. Sebab, politik Indonesia cukup dinamis, segala kemungkinan masih cukup terbuka. Asumsinya, pada saatnya parpol akan bersikap rasional. Pada akhirnya, mereka akan melihat tren elektabilitas. Kandidat yang berpotensi menang akan didukung.

Demikian juga parpol, bila saat ini terjadi penurunan elektabilitas secara masih, tapi dalam waktu singkat juga bisa naik mendadak bila strategi kempanyenya tepat. Sekali lagi, dalam waktu yang masih lebih setahun, semuanya masih akan terus berubah-ubah dan berkali-kali. Dan, sebentar lagi lembaga-lembaga periset opini publik juga akan tumbuh banyak. Tapi kita tak harus dibingungkan oleh hasil survei, kan?

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved