PON Papua 2021

Menang Lawan Sumut 2-1, Pelatih Sepakbola Aceh Fakhri Husaini Kritik Wasit, Nilai Paksakan Keputusan

Sangat banyak sekali keputusan dia yang benar-benar membuat kita kecewa,” tegas Fakhri Husaini, mantan pemain timnas Indonesia itu

Penulis: Imran Thayib | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Fakhri Husaini 

Sangat banyak sekali keputusan dia yang benar-benar membuat kita kecewa,” tegas Fakhri Husaini, mantan pemain timnas Indonesia itu, Jumat (8/10/2021).

Laporan Imran Thaib | Jayapura

SERAMBINEWS.COM, JAYAPURA - Pelatih tim sepakbola Aceh, Fakhri Husaini mengkritik kepemimpinan wasit Farid Hitaba asal Yogyakarta.

“Wasit terlalu memaksa keputusan, sehingga sangat merugikan kita.

Sangat banyak sekali keputusan dia yang benar-benar membuat kita kecewa,” tegas Fakhri Husaini, mantan pemain timnas Indonesia itu kepada Serambinews, Jumat (8/10/2021).

Fakhri Husaini mencontohkan keputusan pada menit 69. Di mana kiper Sumut, Bambang Rahmad Hidayat secara sengaja menjatuhkan pemain Aceh, Ridha Umami yang memiliki kesempatan besar untuk memcetak gol.

“Ini kan aneh, wasit hanya memberi hukuman kartu kuning kepada kiper Sumut. Padahal, sesuai aturan, kiper itu harus dijatuhkan hukuman kartu merah.

Akibat pelanggaran keras tersebut membuat Ridha Umami cedera engkel,” kata Fakhri.

Selain itu, Fakhri Husaini menyoroti keputusan memberikan hukuman penalti kepada Aceh di masa injury-time.

Karena, sapuan Rizky Yusuf sama sekali tak menyentuh kaki pemain Sumut. “Pastinya wasit sangat memaksakan keputusan supaya gawang Aceh bobol,” pungkasnya.

Fakhri Husaini
Fakhri Husaini (For Serambinews.com)

Baca juga: Besok, Lifter Olimpiade Nurul Akmal Bakal Bertanding, Siap Pertahankan Medali Emas PON untuk Aceh

Menunggu Duel Papua Vs Sumut

Seperti diberitakan sebelumnya, janji arsitek Aceh, Fakhri Husaini mengamankan poin penuh dipertandingan kedua cabang sepakbola PON Papua 2021 terpenuhi.

Bertanding di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Jumat (8/10/2021), Akhirul Wahdan dkk membungkam perlawanan Sumatera Utara, 2-1.

Hanya saja, meski menang membuat anak-anak Aceh harus menunggu hasil pertandingan antara tuan rumah Papua versus Sumatera Utara, Minggu (10/10/2021) lusa. 

Jika duel antara Papua dengan Sumut berakhir imbang, maka tuan rumah dan Aceh dipastikan lolos ke semifinal.

Jika Papua kalah 0-1, maka Aceh juga lolos ke babak empat besar karena unggul produktivitas gol 2-2.

Sementara Papua dan Sumut terpaksa diundi karena sama-sama agregat 1-1.

Baca juga: Anggar Aceh Akhiri Puasa Medali Emas Selama 25 Tahun, Kalahkan Riau 45-39 dalam PON Papua 2021

Bila Sumut menang 2-1, maka ketiga tim di Grup D putaran enam besar sama-sama memikili poin tiga dengan agregat 2-2. Maka ketiga tim terpaksa diundi.

Namun, bila Sumatera Utara berhasil menang dengan skor 3-2. Otomatis Aceh harus angkat koper karena kalah produktivitas gol.

Dengan demikian, kubu Aceh harap-harap cemas menanti laga penentuan kedua kesebelasan.

Wasit dinilai rugikan Aceh

Hasil ini akibat buruknya kepempinan wasit asal Yogyakarta, Farih Hitaba.

Di menit akhir pertandingan, dia memberikan hadiah penalti kepada Sumut. Gol Rian Ramadan di masa injury-time langsung membuka kembali peluang emas.

Baca juga: VIDEO Aceh Tambah Dua Medali dalam Pon Papua 2021 Cabang Anggar

Wasit Fariq Hitaba menilai kapten Aceh, Rizky Yusuf melakukan pelanggaran dalam kotak penalti.

Ternyata, Rizky berhasil membuang bola secara bersih tanpa mengenai kaki pemain Sumut. Eksekusi tendangan 12 pas gagal diselamatkan kiper Aceh, Chairil Zul Azhar.

Bukan hanya itu, keputusan paling kontroversial juga dilakukan Fariq Hitaba pada menit 69.

Ketika itu, Ridha Umami yang sudah memiliki peluang mencetak gol dilanggar secara keras oleh kiper Sumut.

Terjangan keras yang mengakibatkan Umami cedera hanya dijatuhi hukuman kartu kuning.

Fariq Hitaba juga memimpin duel antara Sulawesi Utara dengan Aceh di penyisihan grup. Kepemimpinan sang pengadil tak memperlihatkan kualitas sebagai wasit FIFA.

Alvin Abdul Halim dkk mengawali pertandingan dengan baik. Buktinya, mereka memiliki peluang dari aksi Muzakir di depan gawang Sumut.

Kondisi serupa juga saat tandukan Alvin di depan gawang Bambang Rahmat melambung. Padahal, posisinya sangat bebas.

Jalannya pertandingan

Sumut bukan tanpa perlawanan. Anak-asuh Colly Misrun juga kerap membahayaan gawang Aceh melalui serangan Oemar Abdul Azis.

Beruntung, buruknya penyelesaian akhir membuat peluang mereka terbuang sia-sia.

Pada menit 51, Akhirul Wahdan sukses menjebol gawang Sumut melalui hentakan keras dari luar kotak penalti.

Derasnya si kulit bundar menyebabkan Bambang Rahmat Hidayat gagal mengantisipasinya.

Striker asal Peureulak, Akhirul Wahdan kembali memperlihatkan ketajamannya pada menit 77.

Tendangan dari luar kotak penalti bersarang mulus ke gawang Sumut. Ini merupakan gol ketiganya setelah sebelumnya dilesatkan ke gawang Kalimantan Timur.

Tapi, kemenangan 2-0 itu buyar di masa injuri-time. Wasit Fariq Hitaba secara kontroversial menjatuhkan hukuman tendangan 12 pas bagi kubu Aceh. Sang pengadil menilai Rizky Yusuf melanggar pemain Sumut.

Keputusan wasit asal Yogyakarta itu diprotes oleh pemain, dan ofisial Aceh. Tendangan akurat Rian Ramadan berhasil memperkecil kekalahan menjadi 1-2. Hingga pertandingan berakhir, Khairil Anwar dkk unggul 2-1. (*)

Klasemen sementara

Papua 1 1 0 0 1-0 3

Aceh 2 1 0 0 2-1 3

Sumut 1 0 0 1 1-2 0

Susunan pemain

SUMATERA UTARA – Bambang Rahmad Hidayat, Rian Ramadan, Muhammad Yudi Safrizal, Vikra Seiffahlepi, Muhammad Fardan Azmi Harahap, Muhammad Tio Aditya, Bima Lesmana, Rio Syahputra Damanik/Kardinata Tarigan, Faisal Ramadoni, Ardi Darma Pohan/Purnomo, Oemar Abdul Azis

ACEH – Chairil Zul Azhar, Muhammad Fayrushi, Muhammad Rizky Yusuf, Yasvani, Khairunnas, Ridha Umami/Perda Rahman, Alvin Abdul Halim/Khairil Anwar, Riza Riski, Muharrir, Mzakir, Akhirul Wahdan/Editia Darma

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved