Breaking News:

Amel Sumbang Bonus untuk Bangun Kubah Masjid, Tambah Emas bagi Aceh dan Pecahkan Rekornas

Lifter andalan Aceh, Nurul Akmal, memenuhi janjinya untuk mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Tanah Rencong

Editor: bakri
PB PON XX PAPUA/Dadang Tri
Lifter Putri Aceh, Nurul Akmal (kanan) raih medali emas kelas +87 kg dengan total angkatan 250 kg dan Kalimantan Barat, Riska Oktaviana (kiri) raih Perak dengan Total Angkatan 223 Kg cabang Angkat Besi Putri PON XX Papua di Auditorium Universitas Cendrawasih Jayapura, Sabtu (9/10/2021). 

JAYAPURA - Lifter andalan Aceh, Nurul Akmal, memenuhi janjinya untuk mempersembahkan medali emas bagi Kontingen Tanah Rencong di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Menyusul keberhasilan itu, gadis yang akrab disapa Amel ini akan menyumbang sebagian bonus yang didapatnya nanti untuk membangun kubah masjid di kampung halamannya. Hal itu sesuai dengan nazar Nurul Akmal ketika akan berangkat ke Papua.

Bertanding di Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Sabtu (9/10/2021), atlet Pelatnas tersebut berhasil merebut emas di kelas 87+ Kg putri. Kepastian itu diperoleh setelah ia membukukan angkatan total 258 Kg. Tepukan penonton bergemuruh di lokasi pertandingan setelah Nurul Akmal sukses melakukan angkatan terakhir di clean and jerk.

Selain mempersembahkan medali emas keenam bagi Kontingen Aceh, keberhasilan itu juga membuat dara kelahiran Gampong Serba Jaman Tunong, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, ini mampu mempertahankan prestasinya di arena PON. Sebab, pada PON XIX di Jawa Barat tahun 2016 lalu, Nurul Akmal juga berhasil merebut medali emas.

Dalam pertandingan kemarin, Nurul mengawali angkatan snatch 101 Kg. Kemudian, dia menambah menjadi 107 Kg. Terakhir, Amel menutup angkatan dengan 116 kg. Ternyata, angkatan 116 Kg itu membuat Nurul Akmal sukses memecahkan rekor nasional (rekornas) atas dirinya sendiri. Pada Prakualifikasi PON 2019 di Bandung, Jawa Barat, ia bisa membukukan angkatan 115 Kg. Sementara saingannya dari Kalimantan Barat, Riska Oktaviana hanya 100 Kg.

Di clean and jerk, Nurul Akmal mengawali angkatan dengan 131 Kg. Setelah itu, ia menambah barbel menjadi 136 Kg dan mengakhiri dengan 142 Kg. Dengan total angkatan 258 kg, Nurul Akmal berhasil menyisihkan Riska Oktaviana (Kalimantan Barat), Jihan Syafitri (Jambi), Wuri Hasanah (Kalimantan Barat), dan Rena Ilasari dari Riau.

Karena kelas ini hanya diikuti oleh lima lifter, maka medali yang diperebutkan hanya emas dan perak. Medali perak menjadi milik atlet Kalimantan Barat, Riska Oktaviana. Pengalungan medali kepada peraih medali dilakukan Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar, dan Ketua Umum PABSI Aceh, H Teuku Rayuan Sukma.

Ketua Umum Pengprov PABSI Aceh, Teuku Rayuan Sukma, kepada Serambi, usai pertandingan menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan atlet mereka di arena PON. “Alhamdulillah, kita kirim dua atlet ke PON. Dan keduanya mampu merebut emas sesuai target yang dibebankan KONI Aceh,” ungkap mantan Kadispora Aceh, ini.

Jika di PON Papua, medali emas angkat besi bagi Aceh datang dari Nurul Akmal dan Muhammad Zul Ilmi, maka dua medali emas untuk Tanah Rencong di PON 2016 Jawa Barat disumbangkan oleh duo lifter nasional, Surahmat dan Nurul Akmal.

Telepon orang tua

Ungkapan syukur juga disampaikan Nurul Akmal atas keberhasilannya meraih medali emas di PON kali ini. “Alhamdulillah, saya mampu memberikan yang terbaik bagi Aceh. Ini tentu saja sebuah prestasi karena masih bisa mempertahankan emas PON,” ungkap anak dari pasangan Hasballah dan Nurmala, tersebut.

Kepada Serambi seusai pengalungan medali emas di Auditorium Uncen Jayapura, kemarin, Amel mengungkapkan, sebelum bertanding dirinya menelepon orang tua di kampung. “Semalam (Jumat malam-red), Amel nelpon ayah dan mamak minta didoakan supaya berhasil pada pertandingan hari ini (kemarin-red). Orang tua juga minta saya bisa berusaha keras,” katanya.

Nurul Akmal menjelaskan, dirinya memiliki nazar ketika akan berangkat ke arena PON Papua. “Bila saya mampu merebut medali emas PON, maka sebagian bonus saya akan sumbangkan untuk pembangunan kubah masjid di kampung,” kata Amel dengan wajah tersenyum.

Kini, dengan keberhasilan tersebut, Amel ingin segera menuntaskan nazar untuk membangun kubah masjid di kampung halamannya. “Saya ingin segera menuntaskan nazar untuk membantu pembangunan kubah masjid di kampung. Semoga Allah memberi ridha dan berkah atas cita-cita saya ini,” ucap Amel.

Ternyata, nazar Nurul Akmal juga mendapat dukungan dari kedua orang tuanya dan Ketua Umum Pengprov PABSI Aceh, H Teuku Rayuan Sukma. “Sungguh mulia cita-cita dari Amel,” kata Rayuan Sukma. Pada kesempatan itu, Nurul Akmal mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Aceh yang sudah mendoakan dirinya hingga mampu merebut medali emas. (ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved