Breaking News:

Berita Kutaraja

Jadi 'Toke Bangku' dan Pekerjakan Orang Lain di Lapak Miliknya, Jukir di Banda Aceh Diputus Kontrak

Sementara jukir resmi itu sudah tidak berjaga lagi di area parkir miliknya yang terdata di Dishub Kota Banda Aceh.

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas Dishub Kota Banda Aceh mendapati seseorang pengganti juru parkir yang bertugas di lahan parkir di kawasan Peunayong, Banda Aceh yang seharusnya dijaga oleh juru parkir resmi, Sabtu (9/10/2021). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banda Aceh memutuskan kontrak kerja dengan sejumlah juru parkir (jukir) yang kedapatan mempekerjakan orang lain secara permanen untuk berjaga dan menjadi juru parkir di lahan parkir miliknya.

Sementara jukir resmi itu sudah tidak berjaga lagi di area parkir miliknya yang terdata di Dishub Kota Banda Aceh.

Fakta sejumlah jukir resmi itu sudah menjadi 'toke bangku' bagi orang yang dipekerjakan di lahan parkir miliknya itu, ditemukan oleh petugas Dishub di sejumlah kawasan Peunayong, saat melakukan penertiban dan pengawasan, Sabtu dan Minggu (9-10/10/2021).

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Banda Aceh, Drs Muzakkir Tulot, MSi, melalui Kepala Bidang Perparkiran, Mahdani, SE kepada Serambinews.com, Minggu (10/10/2021).

Menurutnya, jukir resmi yang menjadi 'toke bangku' bagi orang yang dipekerjakan di lahan parkir miliknya itu merupakan kesalahan besar dan melanggar perjanjian kontrak kerja yang ditandatangani bersama Dishub.

Pasalnya, jukir resmi itu hanya mengambil keuntungan dari pendapatan yang diperoleh dari orang yang dipekerjakan di lahan parkirnya itu.

Baca juga: Jukir Liar Kabur saat Petugas Datang

Sedangkan jukir resmi tersebut sama sekali tidak bekerja di lahan parkirnya itu.

Meski, lanjut Mahdani, kewajiban jukir resmi itu menyetor ke Dishub tetap rutin dilakukan.

Namun, apa yang telah dilakukan oleh jukir resmi itu dengan mempekerjakan orang lain secara permanen, di mana nama orang yang dipekerjakan tersebut tidak terdata di Dishub Kota Banda Aceh, dinilai sebuah kesalahan yang tidak dapat ditolerir.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved