Breaking News:

BPMA dan SKK Migas Bersinergi Majukan Wilayah Operasi

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas

Editor: hasyim
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, Wakil Kepala BPMA dan KKKS Pertamina Hulu Rokan Zona 1 melakukan foto bersama saat bersilaturahmi dan berkoordinasi dengan Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, di Kantor Gubernur, Selasa (21/9/2021). 

BANDA ACEH - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus menjaga koordinasi dan sinergisitas dalam memberikan kontribusi bagi daerah penghasil migas, khususnya yang berada di atas 12 mil laut.

Kontribusi yang dilakukan secara berkesinambungan dalam bentuk dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan pengembangan ekonomi. “Salah satu KKKS yang berada dibawah pengelolaan SKK Sumbagut dan berada di atas 12 mil perairan laut Aceh adalah Premier Oil,” kata Kepala BPMA, Teuku Mohamad Faisal dalam keterangan tertulis yang diterima Serambi, Minggu (10/10/2021).

Faisal menyebutkan, untuk September 2021, BPMA, SKK Migas Sumbagut bersama Premier Oil sudah melaksanakan beberapa kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pengembangan ekonomi di Wilayah penghasil migas. “Untuk tahun 2021, Premier Oil ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat pesisir dalam bentuk bantuan rehabilitasi Gedung Balai Nelayan Pusong yang terletak di kota Lhokseumawe. Selain itu, Premier Oil turut mendukung peningkatan keamanan dan produktivitas para nelayan dengan memberikan kontribusi berupa bantuan alat komunikasi jarak jauh yang dapat membantu sistem komunikasi para nelayan,” sebut Faisal.

Tidak hanya itu, BPMA, SKK Migas Sumbagut dan Premier Oil berpartisipasi dalam meningkatkan literasi migas khususnya bagi generasi muda melalui pelaksanaan Webinar Migas Center bekerjasama dengan Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. “Dengan dukungan penuh dari SKK Migas Sumbagut, BPMA, Mubadala Petroleum Indonesia dan Universitas Malikussaleh Premier Oil berkolaborsi untuk menyelenggarakan even tersebut. Pastinya koordinasi ini terus dijalankan guna meningkatkan literasi migas untuk mahasiswa,” tutur Faisal.

Premier Oil memiliki track record yang kuat dalam operasi dan pengembangan proyek migas yang sudah beroperasi di Indonesia sejak 1996 hingga saat ini. Pada tahun 2018, Premier Oil dianugerahi 40 persen partisipasi interes yang dioperasikan di Blok Andaman II.

Andaman II terletak di daerah lepas pantai Laut Andaman Selatan di lepas pantai Aceh, Indonesia. Blok Andaman II ini berada di laut lepas (offshore), sekitar 150 kilometer dari daratan Kabupaten Bireuen dan Kota Lhokseumawe.  Oleh karena Wilayah Operasi Premier Oil di Aceh berada di atas 12 mil laut, maka berdasarkan regulasi, untuk aktivitas yang dilakukan oleh SKK Migas Sumbagut tetap memperhatikan komunikasi yang berkesinambungan dengan BPMA.(una)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved