Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Rumahnya Didatangi Polisi, Atok Kabur Tinggalkan Enam Paket Sabu-sabu, Kini Jadi Buronan Polisi

Status ini disandang Atok setelah dia kabur saat polisi mendatangi rumahnya di Simpanglhee, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, Jumat (8/10/2021).

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang disita dari lima tersangka, Senin (11/10/2021). 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Polres Aceh Tamiang resmi menetapkan M alias Atok (51), sebagai buronan kasus narkotika.

Status ini disandang Atok setelah dia kabur saat polisi mendatangi rumahnya di Simpanglhee, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang, Jumat (8/10/2021) lalu.

Kedatangan polisi ke rumah Atok sendiri bukan tanpa alasan.

Pasalnya, berdasarkan pengembangan yang sedang ditangani tim Opsnal Satresnarkoba Polres Aceh Tamiang, Atok dituduh sebagai pemasok utama narkoba kepada beberapa pelaku yang sudah lebih dahulu ditangkap.

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Imam Asfali merincikan, dugaan keterlibatan Atok  berawal dari penangkapan YIA alias Miing (41), warga Perdamaian, Kota Kualasimpang, beberapa jam sebelumnya.

Dalam pengembangannya, polisi berhasil meringkus empat tersangka lainnya yakni, IF (25), HEA (39), RS (35), dan Nof (31).

Baca juga: Polda Aceh Musnahkan Barang Bukti Sabu Seberat 7 Kg, Tiga Orang Dibekuk

Seluruhnya merupakan warga Kota Kualasimpang yang ditangkap pada hari yang sama.

“Dari masing-masing tersangka kami temukan barang bukti narkoba. Setelah ditelusuri ternyata narkoba ini berasal dari M (Atok),” kata Imam, Senin (11/10/2021).

Merujuk informasi ini, polisi pun langsung bergerak cepat mendatangi rumah Atok pada hari itu juga.

Hanya saja kedatangan polisi tampaknya sudah terendus oleh Atok, sehingga dia lebih dulu kabur sebelum polisi tiba.

Namun karena diduga terburu-buru, Atok belum sempat membawa serta narkoba yang selama ini disimpan di rumahnya.

“M kita tetapkan sebagai DPO, dia kabur meninggalkan barang bukti sabu-sabu empat paket besar, tiga paket kecil, timbangan, dan ponsel,” lanjut Imam.

Baca juga: Sama Seperti Tuntutan, 4 Terdakwa Sabu 50 Kg di Aceh Timur Dihukum Mati, Begini Tanggapan Terdakwa

Sejauh ini, polisi masih mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain atau bandar yang lebih besar dalam jaringan itu.

Para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UURI Nomor 35/2009 dengan ancaman penjara minimal lima tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved