Breaking News:

Berita Lhokseumawe

Waduh! Banyak Istri di Lhokseumawe Minta Cerai, Cekcok Jadi Faktor Utama, Begini Penjelasan Ketua MS

"Dari 247 perkara perceraian, ada 210 perkara di antaranya adalah gugatan dilakukan istri terhadap suaminya,” ujar Azmir. 

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Mahkamah Syar'iyah Lhokseumawe, Azmir, SH, MH 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Mahkamah Syar'iyah (MS) Lhokseumawe mencatat telah menangani 247 perkara perceraian selama periode Januari hingga September 2021.

Ketua Mahkamah Syar'iyah Lhokseumawe, Azmir mengatakan, bahwa perkara perceraian dari tahun ke tahun di Lhokseumawe, didominasi gugatan pihak istri atau cerai gugat.

"Dari 247 perkara perceraian, ada 210 perkara di antaranya adalah gugatan dilakukan istri terhadap suaminya,” ujar Azmir. 

“Sementara cerai talak yang dilakukan suami terhadap istrinya hanya ditangani 37 perkara," lanjut Azmir kepada Serambinews.com, Senin (11/10/2021).

Dikatakannya, kasus perceraian pada tahun 2020 yang ditangani MS Lhokseumawe mencapai 327 perkara. 

Rinciannya, beber Azmir, gugatan cerai oleh istri sebanyak 239 perkara dan gugatan talak 88 perkara. 

Baca juga: Dampak Pandemi Covid-19, KDRT Hingga Perceraian Pun Ternyata Meningkat, Psikolog Beri Saran Begini

"Jika dibandingkan dengan tahun 2020, perkara perceraian di tahun 2021 ini bisa dikatakan stabil, karena mengingat masih ada tersisa tiga bulan lagi dalam tahun ini," jelasnya.

Azmir menyebutkan, faktor penyebab terjadinya perceraian cukup beragam, di antaranya dilatarbelakangi masalah perselisihan.

Kemudian, lanjut Ketua MS Lhokseumawe, juga ada faktor yang diduga pemicunya adalah masalah ekonomi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved