Breaking News:

Salam

Bila Prabowo Maju Lagi, Bagaimana Peluangnya?

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Ketua Umum Prabowo Subianto kemungkinan besar menerima mandat para kader

Editor: bakri
KOMPAS.com/RAKHMAT NUR HAKIM
Prabowo Subianto 

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menyatakan, Ketua Umum Prabowo Subianto kemungkinan besar menerima mandat para kader untuk maju lagi di Pemilihan Presiden 2024. "Dan, dengan tidak mendahului jawaban beliau, saya katakan sekali lagi, Insya Allah Pak Prabowo akan maju di Pilpres 2024."

Di antara alasan utama Gerindra memajukan Prabowo di Pilpres 2024 adalah karena elektabilitas Prabowo masih tinggi. Beberapa waktu lalu, tiga lembaga survei di Indonesia , yakni Fixpoll Research and Strategic Consulting, Indikator Politik Indonesia, dan Indonesia Political Opinion (IPO), secara terpisah mengeluarkan hasil survei elektabilitas calon presiden.

Dua dari tiga lembaga survei itu menemukan angka 20,7 dan 26,2 persen responden memilih Ketua Umum Partai Gerindra itu jika pemilihan presiden dilakukan saat ini. Yakni, Indikator Politik Indonesia menempatkan Prabowo di angka 26,2 persen. Prabowo ditempel Ganjar Pranowo di angka 20,8 persen, dan Anies Baswedan 15,5 persen, Ridwan Kamil 5,7 persen, Sandiaga Salahuddin Uno 5,4 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 5,4 persen, Khofifah Indar Parawansa 2,6 persen, Mahfud MD 1,9 persen, Gatot Nurmantyo 1,7 persen, Tito Karnavian 1,3 persen, dan Airlangga Hartarto 1,1 persen, dan beberapa tokoh lainnya belum mencapai 1 persen. . "Walau elektabilitas Prabowo tinggi, tapi belum cukup untuk memenangi  Pilpres 2024,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Lembaga Fixpoll Research and Strategic Consulting menempatkan Prabowo sebagai unggulan pertama dengan 20,7 persen, disusul Ganjar Pranowo 15,2 persen, Anies Baswedan (12,8 persen), Ridwan Kamil (7,5 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (6,9 persen), Sandiaga Uno (4,9 persen), Khofifah Indar Parawansah (2,7 persen), Puan Maharani (2,5 persen) dan Gatot Nurmantyo (1,1 persen).

Yang menarik, pada survei IPO, Prabowo tidak masuk dalam tiga besar. Tokoh dengan elektabilitas tertinggi versi IPO adalah Anies Baswedan 18,7 persen, Ganjar Pranowo 16,5 persen, Sandiaga Uno 13,5 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 9,9 persen, dan  Prabowo berada di posisi kelima dengan elektabilitas 7,8 persen.

Majunya Prabowo dalam Pilpres 2024 mendapat respons positif dari sejumlah elit partai politik lainnya. PPP, misalnya, menatakan meski belum membahas secara intens soal Pemilu 2024, sebagai partai berbasis agama, PPP menilai Prabowo akan berhasil menjadi Presiden ke-8 RI apabila dipasangkan dengan tokoh dari kalangan religius. Harapannya masih sama bahwa pola-pola pasangan Pilpres yang ada juga mengikuti pola-pola sebelumnya, termasuk yang kemudian terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden, yakni capresnya adalah individu yang diidentifikasi sebagai sosok dari kelompok nasionalis, maka cawapresnya yang diharap PPP adalah dari sosok yang merepresentasikan dari kalangan agamis atau religius," kata Wakil Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengatakan, “PKS memang sudah memutuskan akan menokohkan Habib Salim Segaf Al Jufri (Ketua Dewan Syura PKS) sebagi figur nasional dari kalangan ulama, berilmu, bijak, dan insyaallah amanah. Namun, hal itu tidak membuat pintu komunikasi PKS tertutup. Peluang berkoalisi dengan Gerindra tetap terbuka.”

Berbeda dengan statemen-statemen ala elit parpol, kalangan pengamat malah mengingatakan Gerindra mengenai tantangan berat bagi Prabowo  untuk memenangkan kontestasi Pilpres 2024. "Banyak ganjalan dihadapi Prabowo, salah satunya dari PA 212 yang dulu pernah mendukungnya dan saat ini kontra terhadap dirinya," ujar kata seorang pengamat.

Pengamat lainnya juga mengatakan hal senada. "Para pendukung Prabowo pada Pilpres 2019, dipastikan akan banyak yang beralih ke capres lain atau memilih golput. Sebagian mereka ini kecewa kepada Prabowo yang memilih masuk kabinet Jokowi. Jadi, dukungan ke Prabowo tidak otomatis bertambah dengan tidak majunya Jokowi pada Pilpres 2024."

Peluang menang masih terbuka bagi Prabowo bila dia dapat memilih cawapres yang pas. Cuma, yang dipertanyakan, apakah tokoh-tokoh potensial seperti Anies Baswedan, Agus Harimurti, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, dan lainnya akan mau berpasangan dengan Prabowo? Nah?!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved