Breaking News:

Berita Banda Aceh

Komunitas Saleum Latih Aneuk Syahi Seudati dan Gelar Arisan Seni

Imam mengatakan, saat ini, regenerasi aneuk syahi Seudati di Aceh sangat kurang. Menurutnya,  regenerasi aneuk syahi ini terputus pada generasi tua.

Penulis: Subur Dani | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Pimpinan Komunitas Saleum, Imam Juaini. 

"Tentu aneuk syahi Seudati dituntut memiliki suara yang jelas, merdu, tinggi, berwawasan luas,memahami tempo, mudah beradaptasi serta spontanitas adalah kriteria-kriteria yang harus dimiliki oleh seorang aneuk syahi atau aneuk dhik dalam Seudati," kata Imam Juaini.

Imam mengatakan, saat ini, regenerasi aneuk syahi Seudati di Aceh sangat kurang.

Menurutnya,  regenerasi aneuk syahi ini terputus pada generasi tua.

"Sehingga menjadikannya sesuatu yang langka saat ini. Kondisi seperti ini haruslah segera untuk diantisipasi, dengan melakukan upaya-upaya yang dapat mencetak generasi-generasi muda sebagai penerus seni tradisi di masa hadapan," katanya.

Baca juga: VIDEO 10 Sanggar Seni Se-Aceh Meriahkan Festival Seudati di Taman Budaya Banda Aceh

Atas dasar keprihatinan tersebut, Komunitas Saleum melakukan suatu upaya melalui program pelatihan aneuk syahi.

"Di mana Kegiatan ini turut didukung penuh oleh kemendikbudristek RI, melalui program Fasilitasi Bidang Kebudayaan 2021," katanya.

Kegiatan yang bertajuk "Pembudayaan Seni Syair Tradisi dalam Interaksi Komunal Kesenian”  ini turut menghadirkan para mestro-mestro yang sudah berpengalaman di bidangnya, seperti : Syekh Marzuki Hasan dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Syeh Asnawi Geunta dari Jakarta, Komponis Ternama di Aceh, Moritza Thaher, Syeh Dhan Geunta, Fauzan Santa, A Bakar AR, dan Adi suwardi alias Adi Baguna.

Selain pelatihan aneuk syahi Seudati lanjut Imam, pihaknya juga melakukan kegiatan arisan seni bersama komunitas masyarakat di 5 kabupaten kota yaitu di Aceh Utara, Bireun, Pidie Jaya, Pidie, dan Aceh Barat.

"Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya membangkitkan kembali gairah berkesenian dimasyarakat Aceh yang selama ini terhenti akibat wabah Covid-19," katanya.

Adapun bentuk kegitan yang kita lakukan dalam arisan seni berupa, bermain bersama, berdiskusi, makan bersama serta saling berbagi.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved