Breaking News:

Berita Aceh Tamiang

Razia Warung dan Pasar di Aceh Tamiang, Tim Gabungan Sita 2.400 Bungkus Rokok Luffman

Rokok Luffman dinyatakan produk ilegal karena diedarkan melalui pasar gelap sehingga menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Saifullah
Serambi Indonesia
Sebanyak 2.400 bungkus rokok Luffman diamankan ke Kantor Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, Selasa (12/10/2021). Operasi ini melibatkan tim dari DJBC, BPKA serta Satpol PP dan WH Aceh Tamiang. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Sebanyak 2.400 bungkus rokok Luffman disita tim gabungan ketika merazia sejumlah warung, kios, dan pasar tradisional di Aceh Tamiang, Selasa (12/10/2021).

Rokok Luffman dinyatakan produk ilegal karena diedarkan melalui pasar gelap sehingga menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

Razia ini dilakukan tim dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Aceh, Badan Pengelolaan Keuangan Aceh (BPKA) serta Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, dengan menyusuri seluruh kios, warung serta pasar sejak dari perbatasan Langsa.

Kasi Penindakan II DJBC Kanwil Aceh, Umar Syarif menjelaskan, dalam razia ini pihaknya menyita 2.400 bungkus atau 48 ribu batang rokok merek Luffman.

Menurutnya, jumlah tersebut merupakan temuan terbesar selama tim gabungan melakukan razia di daerah lain di Aceh.

“Aceh Tamiang yang terbesar karena mencapai 2.400 bungkus. Negara jelas dirugikan karena peredaran rokok dilakukan secara ilegal,” kata Umar di halaman Kantor Satpol PP dan WH Aceh Tamiang, Selasa (12/10/2021) sore.

Baca juga: Bea Cukai Langsa Amankan 1,5 Juta Batang Rokok Ilegal Merk Luffman

Umar menjelaskan, barang sitaan itu bernilai Rp 30 juta, namun untuk kerugian negara dari sektor pajak dan cukai masih perlu dihitung.

Dia menyimpulkan barang ilegal ini kebanyakan diselundupkan melalui jalur pesisir timur Aceh, salah satunya perairan Seruway, Aceh Tamiang.

“Untuk pedagang tidak ada yang diamankan, namun sifatnya konsinyasi dan perlu dilakukan pemeriksaan sewaktu-waktu untuk menelusuri siapa yang kirim barang,” bebernya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved