Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tim Program Organisasi Penggerak Pendidikan Gelar Workshop di Banda Aceh

Tim Program Penggerak Pendidikan Aceh bekerjasama Kemendikbud Ristek dan Yayasan Pionir Nusantara Banda Aceh gelar workshop

Penulis: Misbahuddin | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Pembina Yayasan Pionir Dr Anas M Adam, MPd bersama pengurus yayasan lainnya saat memberikan keteranga pers, di Garuda Syariah Hotel, Banda Aceh, Selasa (12/10/2021) 

Laporan Misbahuddin | Banda Aceh

SERAMBIBEWS.COM, BANDA ACEH - Tim Program Penggerak Pendidikan Aceh bekerjasama Kemendikbud Ristek dan Yayasan Pionir Nusantara Banda Aceh,Selasa (12/10-2021) menggelar Workshop pendidikan di Garuda Syariah Hotel Banda Aceh.

Kegiatan yang berlangsung sehari itu dikuti 20 peserta dari kalangan Perguruan Tinggi, Pengawas sekolah, Instruktur bidang Literasi, Humerasi dan Karakter.

Dalam pertemuan itu antara lain membicarakan soal merancang modul sebagai model pembelajaran pedagogik di era pandemi Covid 19.

Dan acara tersebu dibuka pembina Yayasan Pionir Nusantara Dr Anas M Adam MPd.

Baca juga: Bawang Merah Pidie dan Pidie Jaya Kuasai Pasar di Aceh, Mampu Saingi Bawang Impor dari China

Dalam acara tersebut juga hadir antara lain, Dr Bustaman Ali, MPd, Ir H Zakaria, Ag, Dr H Makmur Ibrahim, Dr Silahuddin, MAg serta pengurus Yayasan Pioner Nusanatara Banda Aceh lainnya.

Kepada wartawan usai membuka kegiatan tersebut, Ketua Pembina Yayasan Pioner Nusantara Aceh Dr Anas M Adam, MPd mengatakan, upaya peningkatan mutu pendidikan di Aceh harus dipacu.

Dalam masa pendemi Covid-19 saat tentunya harus diambil langkah langkah konkrit agar pendidikan tetap maksimal.

Katanya sistem belajar daring sungguh sangat sulit untuk bisa tercapai target kurikulum.

Baca juga: Naik KM Tailana, Ustadz Abdul Somad Keliling Pulau Banyak Sebelum Bersilaturahmi Dengan Masyarakat

"Belajar secara daring kan murid murid paling tidak harus ada Hp dan sinyal yang cukup, nah bagaimana seorang murid yang tak sanggup beli Hp, di kampung sinyal rendah, nah inikan masalah," ujar Anas M Adam mantan Kadisidik Aceh tersebut .

Anas juga menyinggung soal capaian hasil Tes Potensi Skolastik (TPS) dalam UTBK SBMPTN belakangan ini yang menunjukkan posisi Aceh berada pada urutan paling bawah secara nasional.

Baca juga: Pengakuan Mucikari di Langsa, Tarif Wanita Pemuas Nafsu Pria Hingga Rp 700 Ribu, Begini Pembagiannya

Itu ada indikasi bahwa mutu dan daya saing pendidikan Aceh masih lemah.

"Menyikapi kenyataan ini Yayasan Pionir Nusantara berharap semua pihak fan berbagai elemen masyarakat agar sama membantu pemerintah untuk memajukan pendidikan di Aceh," ujar Anas M Adam penuh harap.(*)

Baca juga: Pelaku Buang Bayi di Bireuen Ditahan, Motifnya Keluarga Malu tak Jelas Siapa Ayah Bayi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved