Breaking News:

Berita Kutaraja

Banda Aceh Tawarkan Peluang Investasi ke Investor di Islamic dan Business Center

Keduanya yaitu, Proyek Gemilang yang merupakan gabungan dari Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) dan Banda Aceh Business Center (BSB). 

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Banda Aceh, Muchlis. 

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Banda Aceh terus menawarkan peluang kepada investor untuk menanamkan modalnya di ibu kota Provinsi Aceh ini. 

Banda Aceh dinilai strategis sebagai pintu gerbang Indonesia di bagian barat dari segi transportasi darat, laut, dan udara. 

 Saat ini, Pemko Banda Aceh menawarkan dua proyek yang akan dikembangkan kepada para investor. 

Keduanya yaitu, Proyek Gemilang yang merupakan gabungan dari Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) dan Banda Aceh Business Center (BSB). 

 Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Banda Aceh, Muchlis menyebutkan, salah satu tugas dan fungsi pihaknya yaitu mempromosikan peluang investasi Banda Aceh untuk mempercepat realisasi investasi serta meningkatkan iklim investasi.

 Adapun fokus pengembangan investasi di Kota Banda Aceh yaitu; perdagangan, jasa dan koperasi, industri, infrastruktur, energi, pariwisata, serta perikanan dan kelautan.

Baca juga: Khutbah Idul Adha di Islamic Center Lhokseumawe: Bekal Membangun Peradaban Islam

 "Proyek Gemilang merupakan inisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membangun Islamic Center berkelas dunia sebagai destinasi wisata islami, sementara Banda Aceh Business Centre sebagai pusat lifestyle di Banda Aceh," ujar Muchlis.

Sementara itu, Kabid Penanaman Modal Modal DPMPTSP Banda Aceh, Cut Maisarah merincikan, detail investasi kedua proyek tersebut.

Pertama, NAIC merupakan proyek pengembangan pusat kegiatan keagamaan, di antaranya pendidikan, ibadah, zikir serta rekreasi.

 Total area NAIC sendiri mencapai 7.245 M2 (Goverment Owned/Milik Pemerintah) dengan pembebasan lahan sebesar 19.331 M2. 

"Total investasi dari Nurul Arafah Islamic Center mencapai USD 24,2 juta atau setara Rp 331 miliar," urainya.

 Sementara untuk Banda Aceh Business Center yang terletak di Jalan Cut Meutia Kampung Baru, Banda Aceh memiliki luas tanah 11,727 M2.

Baca juga: Aminullah: Alhamdulillah Banda Aceh Raih Nilai Sangat Baik Pelayanan Terpadu se-Aceh

Proyek yang diperuntukkan khusus untuk perdagangan ini merupakan kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan estimasi total investasi mencapai USD 33,8 juta atau setara Rp 461 miliar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved