Breaking News:

Salam

Berumrah Dengan Cara Tak Biasa, Ya Harus Siap

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan aturan-aturan atau syarat-syarat bagi jamaah yang ingin beribadah umrah

Editor: bakri
AFP
Pelaksanaan ibadah umrah secara ketat di Masjidil Haram, Mekkah, Arab Saudi selama bulan Ramadan 2021. 

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengumumkan aturan-aturan atau syarat-syarat bagi jamaah yang ingin beribadah umrah. Aturan baru tersebut antara lain mensyaratkan calon jamaah wajib sudah dua kali menerima vaksin yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Oxford-AstraZeneca, Pfizer-BioNTech, Johnson & Johnson, dan Moderna. Sedangkan penerima vaksin Sinovac dan Sinopharm wajib melakukan booster (vaksinasi ketiga atau tambahan) dengan salah satu dari empat merek vaksin yang diakui Kerajaan Arab. Persyaratan ini juga berlaku bagi jamaah yang ingin mengunjungi Raudah Syarif dan makam Nabi Muhammad SAW di Masjid Nabawi, Madinah.

Aturan baru ini, diberlakukan mulai Minggu (10/10/2021) sebagai wujud komitmen otoritas Arab Saudi terkait tindakan pencegahan untuk mengekang penyebaran virus Corona. "Mereka yang telah melakukan pemesanan dan memiliki izin untuk melakukan umrah atau mengunjungi dua masjid suci dan belum divaksin ganda, maka wajib divaksin dosis kedua 48 jam sebelum tanggal izin untuk menghindari pembatalan," kata Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi juga mengumumkan bahwa Pemerintah Arab Saudi sudah membuka kembali ibadah umrah untuk jamaah asal Indonesia. Pengizinan jamaah Indonesia berumrah setelah melalui pembahasan yang cukup lama, baik pada level Menteri Luar Negeri, Menteri Kesehatan, dan juga Menteri Agama. “Dinilai perkembangan penanganan Covid-19 di Indonesia yang semakin baik, maka Pemerintah Kerajaan Arab Saudi kini memberikan izin untuk jamaah Indonesia melaksanakan Ibadah Umrah.”

Dan, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Prof dr Abdul Kadir memastikan akan menyediakan vaksin booster atau dosis ketiga bagi jamaah haji atau jamaah umrah RI yang akan berangkat ke Arab Saudi. "Karena diharuskan suntik ketiga, maka tentunya itu akan kita penuhi. Kita vaksin ketiga sebelum para jamaah berangkat."

Persyaratan berumrah bukan saja soal vaksinasi, tapi bisa jadi ada ketentuan lainnya seperti swap PCR dan karantina. Sebab, mengingat pengalaman berumrah yang sempat dijalankan beberapa hari oleh jamaah Indonesia di masa pandemi, pengawasan di Jeddah, Mekkah, dan Madinah sangat ketat. Makanya, Pemerintah Indonesia perlu mengantisipasi hal ini agar para jamaah umrah nantinya tidak terkendala atau bahkan gagal berumrah setiba di sana.

Kementerian Agama perlu berkoordinasi secara serius dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Luar Negeri guna menyiapkan calon jamaah umrah sesuai yang disyaratkan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Selain, vaksin dan PCR, jamaah tentunya juga harus secara ketat mematuhi protokol kesehatan. Yakni mengenakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak saat shalat berjamaah, tawaf, dan sa’i. Jadi, mengenai kedisiplinan terhadap protokol kesehatan ini harus benar-benar diterapkan sejak berada di tanah air sehingga saat berada di Tanah Suci nantinya tidak akan mengalami hambatan atau berurusan dengan polisi Arab yang biasanya sangat tegas.

Mengenai berhaji dat berumrah di masa pandemi ini, ada hal menarik yang diungkapkan seorang pengusaha travel haji dan umrah. Katanya, meski pintu umrah bagi WNI kini sudah terbuka, tapi ia belum yakin bisnisnya akan menggeliat dalam waktu dekat. Pasalnya batasan-batasan ketat saat umrah diyakininya akan membuat rangkaian umrah ke Arab Saudi itu kurang menarik. "Nah, ini yang merepotkan. Jamaah tidak bisa melakukan kegiatan secara leluasa. Kalau masih terjadi karantina walau batasan umur diperbolehkan, kuota ditambah, kami anggap itu tidak akan menarik untuk jamaah.”

Tapi, karena tujuan ke Tanah Suci adalah untuk beribadah, maka semuanya harus dengan kekhusyukan. Sehinnga, walau rangkaian ibadah terlaksana dengan cara yang tidak biasa, harus tetap khusyuk. Insya Allah umat muslim tak pernah pudar keinginan berumrah meski dalam kondisi yang tak biasa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved