Breaking News:

Pemasok Senpi saat Konflik, Kini Tgk Aceh Jabat Wakil Komisi I

SATU dari 14 anggota DPRK Aceh Utara masa jabatan 2019-2024 dari Partai Aceh yang mendapat kepercayaan untuk menduduki Wakil Komisi I

Editor: bakri
Pemasok Senpi saat Konflik, Kini Tgk Aceh Jabat Wakil Komisi I
FOR SERAMBINEWS.COM
Azwir

SATU dari 14 anggota DPRK Aceh Utara masa jabatan 2019-2024 dari Partai Aceh yang mendapat kepercayaan untuk menduduki Wakil Komisi I adalah Azwir, yang lebih dikenal Tgk Aceh. Pria kelahiran 5 Maret 1977 itu mengucapkan sumpah sebagai anggota Dewan, pada 2 September 2019, atas perolehan suara 2.930 di daerah pemilihan VI.

Komisi I membidangi pemerintahan umum dan otonomi daerah, ketertiban dan perlindungan masyarakat, kependudukan/ pendaftaran penduduk penerangan/ pers, Informasi dan Komunikasi, hukum, perundang- undangan/ Hak Asasi Manusia, Kepegawaian Aparatur sosia politik organisasi masyarakat dan pertabahan.

Pada komisi tersebutlah Tgk Aceh dipercayakan PA untuk menduduki posisi Wakil Ketua. Nama Tgk Aceh muncul atau lebih dikenal sebagai panggilan sandi ketika pria asal Matang Sijuek Teugoh Kecamatan Baktiya Barat, mulai bergabung dalam Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tahun 1999. Sebelumnya, Azwir pernah belajar di sebuah dayah salafi kawasan Kecamatan Tanah Luas, juga pernah merantau ke Sumatera Utara. “Jadi saya bercerita kepada temanteman dalam satu pasukan, ketika di Medan, orang-orang memanggil saya Tgk Aceh,” kenang suami Mut Mainah.

Sehingga nama Tgk Aceh itu melekat sampai sekarang, khusus di kalangan eks kombatan. Ketenangan dalam bertindak menyebabkan pimpinan ketika itu memilih Azwir untuk membantu memasok logistik ke sejumlah daerah dalam wilayah Samudera Pase (Aceh Utara), bahkan senjata api.

“Jadi jarang dalam pasukan, karena dipercayakan memasok senpi ke pasukan di hutan,” ungkap Tgk Aceh. Biasanya kata Ayah lima anak tersebut, dirinya memasok senpi dengan memasukkannya ke dalam karung berisi beras, sehingga selain senpi, juga dapat memasok logistik kepada pasukan yang berada di hutan Rimba Pase ketika itu.

“Kalau laras panjang, kita bongkar dulu kemudian kita sembunyikan dalam karung beras ukuran 30 kilogram,” kata bendahara Dewan Pimpinan Sagoe (DPS) Baktiya Barat. Tgk Aceh mengaku sempat mengikuti latihan militer selama dua kali ketika bergabung dalam GAM. Tahun 1999, ia mengikuti latihan di kawasan pedalaman Tanah Jambo Aye, dan latihan kedua setahun kemudian di kawasan Sawang. “Fokus dalam latihan salah satunya adalah cara menggunakan senjata laras pendek dan panjang,” kenang Tgk Aceh.(jaf)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved