Breaking News:

Berita Subulussalam

UAS: Para Gubernur, Bupati dan Wali Kota Studi Bandinglah ke Kota Subulussalam

Hal itu disampaikan Ustaz Abdul Somad saat tausiah di Pesantren Daarul Affani, Desa Harapan Baru, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Rabu (13/10/20

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Ustadz Abdul Somad bersama Wali Kota Subulussalam, H Affan Alfian Bintang SE, menziarahi Makam Syekh Hamzah Fansuri di Desa Oboh, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, Rabu (13/10/2021) 

Sebab, bila pun anak pesantren penghafal Quran menggeluti sejumlah profesi semisal dokter spesialis, pengacara, ahli hukum atau pakar ekonomi, namun tetap sebagai penghafal Quran yang pahalanya mengalir ke makam pendiri.

UAS pun mengapresiasi keberadaan Daarul Affani sebagai pondok pesantren entrepreneur untuk mencetak penghafal Alquran (hafiz) yang memiliki jiwa mandiri.

“Insha Allah nanti alumni pesantren Daarul Affani orangnya kaya-kaya. Kenapa? Karena rezeki datangnya dari Allah tapi mesti dijolok dan menjolok rezeki itu dengan usaha. Di sini dia (para santri-red) diajarkan berwirausaha,” katanya

Di pesantren ini, lanjut Ustaz Abdul Somad, karena terdapat hamparan lahan yang luas serta tanaman kelapa sawit, maka para santri bisa belajar cara berkebun sawit dan beternak ikan.

UAS mengatakan melihat tanah yang subur, maka santri dapat didik mengelola, agar jangan sampai negeri yang gemah ripah loh jinawi tongkat dan batu jadi tanaman, tapi tidak dikelola dengan baik.

“Semua punya cita-cita mau jadi PNS, jadi PNS bagus, jadi PNS memang cita-cita orang tua, tapi jadi PNS susah mau kaya kalau tidak korupsi. Betul?.

Maka kalau mau jadi kaya punya kebun kelapa sawit, kalau mau kaya punya ternak ikan, ternak lele, ternak puyuh, ternak ayam,” tegas UAS.

Dia menyatakan jika mau kaya dapat mengelola sumber daya dan mereka nantinya alumni Pondok Pesantren Daarul Affani.

Lantaran itu dia mendorong agar masyarakat tidak perlu cemas bilamana memasukkan anaknya ke pesantren apalagi meragukan dia makan apa setelah lulus.

Sekarang, kata UAS banyak kalangan yang takut memasukkan anaknya ke pesantren. Ada yang cemas anaknya makan apa setelah dari pesantren. Tamat pesantren jadi apa?.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved