Breaking News:

Internasional

250 Tahanan Palestina Mogok Makan di Penjara Israel, Protes Ditempatkan di Sel Isolasi

Sekitar 250 tahanan Palestina di penjara Israel memulai mogok makan. Mereka memprotes relokasi ke sel-sel yang terisolasi.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Sebastian Scheiner
Polisi dan penjaga penjara memeriksa lubang tempat pelarian enam warga Palestina dari Penjara Gilboa, utara Israel, Senin (6/9/2021). 

Jihad Islam telah melakukan sejumlah serangan mematikan selama bertahun-tahun dan Israel serta negara-negara lain menganggapnya sebagai organisasi teroris.

Ratusan ribu orang Palestina telah melewati sistem peradilan militer yang digambarkan Israel sebagai pendudukan sementara, sekarang memasuki dekade keenam.

Hampir setiap keluarga Palestina memiliki kerabat yang telah menghabiskan waktu di penjara Israel.

Orang Palestina menganggap semua tahanan sebagai pahlawan perjuangan nasional mereka.

Israel mengatakan hanya mengunci mereka yang mengancam keamanannya dan orang-orang Palestina diberikan proses hukum di pengadilan militer.

Orang-orang Palestina dan banyak kelompok hak asasi mengatakan pengadilan itu pada dasarnya tidak adil.

Baca juga: Badan Bantuan PBB di Palestina Minta Bantuan Mendesak Rp 1,2 Triliun

Sebagian besar tahanan Palestina berasal dari Tepi Barat yang diduduki, yang direbut Israel dalam perang 1967.

Palestina ingin menjadi bagian utama dari negara masa depan mereka.

Pemukim Israel di Tepi Barat memiliki kewarganegaraan penuh dan tunduk pada pengadilan sipil Israel.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved