Breaking News:

Banda Aceh Tawarkan Dua Proyek ke Investor, Total Investasi Capai Rp 792 Miliar

Pemko Banda Aceh terus menawarkan peluang investasi kepada investor. Banda Aceh selaku Ibu Kota Provinsi dinilai strategis

Editor: bakri
Banda Aceh Tawarkan Dua Proyek ke Investor, Total Investasi Capai Rp 792 Miliar
IST
MUKHLIS, Kepala DPMPTSP Banda Aceh

BANDA ACEH - Pemko Banda Aceh terus menawarkan peluang investasi kepada investor. Banda Aceh selaku Ibu Kota Provinsi dinilai strategis sebagai pintu gerbang Indonesia di bagian barat, dari segi transportasi darat, laut dan udara.

Saat ini, Pemko Banda Aceh menawarkan rencana pengembangan dua proyek kepada para investor. Keduanya yaitu, Proyek Gemilang yang merupakan gabungan dari Nurul Arafah Islamic Center (NAIC) dan Banda Aceh Business Center (BSB).

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Banda Aceh, Muchlis, menyebutkan, salah satu tugas dan fungsi pihaknya yaitu mempromosikan peluang investasi Banda Aceh untuk mempercepat realisasi investasi serta meningkatkan iklim investasi.

Adapun fokus pengembangan investasi di Kota Banda Aceh yaitu; perdagangan, jasa dan koperasi, industri, infrastruktur, energi, pariwisata, perikanan dan kelautan.

"Proyek Gemilang merupakan inisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk membangun Islamic Center berkelas dunia sebagai destinasi wisata Islami. Sementara Banda Aceh Business Center sebagai pusat lifestyle di Banda Aceh," ujar Muchlis.

Sementara itu Kabid Penanaman Modal Modal DPMPTSP Banda Aceh, Cut Maisarah, merincikan detail investasi kedua proyek investasi tersebut. Pertama, NAIC merupakan proyek pengembangan pusat kegiatan keagamaan, di antaranya pendidikan, ibadah, zikir serta rekreasi.

Total area NAIC sendiri mencapai 7.245 meter bujur sangkar (milik pemerintah) dengan pembebasan lahan sebesar 19.331 meter bujur sangkar. "Total investasi dari Nurul Arafah Islamic Center mencapai USD 24.2 juta atau setara Rp 331 miliar," urainya.

Sementara untuk Banda Aceh Business Center yang terletak di Jalan Cut Meutia Kampung Baru, Banda Aceh, memiliki luas tanah 11,727 meter bujur sangkat, diperuntukkan khusus untuk perdagangan Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan estimasi total investasi mencapai USD 33.8 juta atau setara Rp 461 miliar.(mun)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved