Breaking News:

Fakultas Pertanian USK Gelar ICAGRI-3

Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK), Banda Aceh, menyelenggarakan The 3rd International Conference

Editor: bakri
FOTO/DOKUMEN FP USK
Rektor USK, Prof Dr Samsul Rizal MEng IPU, membuka ICAGRI-3 secara virtual, Rabu (13/10/2021). 

BANDA ACEH - Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (FP USK), Banda Aceh, menyelenggarakan The 3rd International Conference on Agriculture and Bioindustry (ICAGRI). ICAGRI-3 ini digelar secara virtual yang dipusatkan di Multi Purpose Room FP USK, Banda Aceh, Rabu (13/10/2021).

Konferensi internasional ini diikuti 111 presenter dari 10 bidang kajian, yakni pertanian berkelanjutan, bioteknologi, biodiversitas, biomaterial dan bioindustri, lingkungan, ilmu tanah, ilmu pangan, peternakan, kehutanan, dan teknik pertanian. Selain itu juga diikuti 197 participant dari berbagai negara, seperti Perancis, Australia, Yunani, Portugal, Jerman, Jepang, Uzbekistan, Irak, Libya, Uganda, Malaysia, dan Indonesia.

Sedangkan Keynote Speakers Prof (Riset) Dr Ir Dedi Nursyamsi, MAgr (Directoral General Indonesian Agency of Agricultural Extension And Human Resources Development, Ministry of Agriculture), Prof Dr Fatima Baptista dari University of Evora, Portugal, Dr Natsumi Kanzaki dari Nematology Forestry and Forest Product Research Institute – Japan, dan Prof Dr Susanne Neugart dari Georg-August-Universitat Gottingen, Germany.

Mereka membahas alih teknologi dan inovasi pertanian yang hasilnya dirangkum oleh panitia. Kemudian semua artikel akan terbit di Prosiding Internasional IOP Conference Series berindeks scopus dan google scholar. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Penyelenggara ICAGRI-3, Dr rer hort Indera Sakti Nasution, dalam siaran pers kepada Serambi kemarin.

Rektor USK, Prof Dr Samsul Rizal MEng IPU, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi utama juga sangat terdampak pandemi Covid-19. Padahal pertanian merupakan pendukung sektor terpenting dalam ketahanan pangan dan pembangunan manusia.

Beberapa pendekatan strategi dan implementasi kebijakan penting untuk menjamin hal itu. "ICAGRI ini merupakan forum yang efektif bagi akademisi, peneliti, dan praktisi, serta memperkuat kolaborasi akademisi dan industri untuk meningkatkan penelitian dan inovasi," kata Samsul Rizal.

Sedangkan Dekan Fakultas Pertanian USK, Prof Dr Samadi, mengatakan bahwa tema ICAGRI tahun ini ‘Sustainable technologies for enhancing agricultural productivity: Challenges and current scenario’. Tema ini menjadi sangat penting untuk merespons situasi dan kondisi pandemi Covid-19 yang sudah hampir dua tahun ini.

Berbagai kemajuan hasil-hasil riset di bidang pertanian harus dapat diterapkan secara efektif melalui alih teknologi dan inovasi, sehingga dapat mendorong peningkatan produktivitas serta kualitas produk-produk pertanian. "Berbagai faktor juga harus menjadi bahan pertimbangan dalam alih teknologi tersebut. Meliputi input produksi, alat dan mesin pertanian, pengendalian hayati, pengembangan produk pertanian, bioenergi dan lingkungan," kata Samadi.(sal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved