Breaking News:

Kopi Arabika Gayo

Harga Kopi Arabika Gayo Mulai Membaik, Diprediksi Tiga Tahun ke Depan Harga Masih Bertahan

Untuk panen di penghujung tahun 2021 ini, harga komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, kembali normal...

Penulis: Mahyadi | Editor: Eddy Fitriadi
KOMPAS.com/RAJA UMAR
ILUSTRASI Sejumlah warga di Kabupaten Bener Meriah, Aceh sedang menyortir biji kopi berkualitas. Harga kopi arabika Gayo perlahan mulai membaik setelah sebelumnya sempat anjlok lantaran terkena imbas pandemi Covid-19. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Harga kopi arabika Gayo perlahan mulai membaik setelah sebelumnya sempat anjlok lantaran terkena imbas pandemi Covid-19.

Untuk panen di penghujung tahun 2021 ini, harga komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) itu, kembali normal seperti sebelum adanya pandemi.

Pada saat pandemi Covid-19, pasar kopi arabika Gayo sempat terganggu lantaran beberapa negara tujuan ekspor membatasi pasokan kopi.

Alasannya, pengaruh Covid-19, banyak kafe maupun roaster yang tutup sehingga ekpor kopi terbatas serta membuat harga menjadi anjlok.

Pada saat pandemi Covid-19, nilai penjualan kopi arabika Gayo menyentuh harga terendah. Untuk satu bambu buah cerry (gelondong), hanya sekitar Rp 6 ribu, sedangkan untuk gabah Rp 18 ribu perbambu dan untuk kopi asalan hanya berkisar Rp 35 ribu perkilogram.  

Namun di bulan April 2021 lalu, harga kopi arabika Gayo  mulai merangkak naik. Untuk buah cerry, sekitar Rp 7 ribu perbambu, harga gabah berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 22 ribu perbambu dan kopi asalan naik menjadi Rp 50 ribu perkilogram.

Sedangkan memasuki pertengahan bulan Oktober 2021, harga kopi arabika Gayo melejit. Untuk kopi gelondong, harganya berkisar antaran Rp 12 ribu hingga 13 ribu perbambu, kopi gabah menjadi Rp 32 ribu hingga 35 ribu perbambu, dan untuk kopi asalan Rp 68 ribu hingga Rp 70 ribu perkilogramnya.

“Ada beberapa faktor, kopi arabika mulai membaik. Salah satunya, berkurangnya dampak pandemi Covid-19, serta adanya informasi tentang terjadinya kekeringan, frost dan hujan es  di Brazil sehingga mempengaruhi kopi harga kopi arabika Gayo,” kata salah seorang pelaku bisnis kopi, Armiyadi kepada Serambinews.com, Kamis (14/10/2021).

Menurut Armiyadi, jika melihat perkembangan terakhir melalui artikel-artikel dunia, kondisi perkebunan kopi di Brazil, akan kembali normal paling cepat 1,5 tahun dan paling lama tiga tahun ke depan, karena dampak kekeringan, frost dan hujan es membuat sedikitnya 20 hingga 40 persen lahan kopi arabika harus diganti.

“Dampaknya, pasar kopi arabika mulai naik. Bahkan harga kopi arabika akan terus mengalami kenaikan. Melihat kondisi ini, kita bisa memprediksi, jika harga kopi arabika Gayo, akan bertahan di harga tinggi untuk tiga tahun ke depan,” ungkapnya.

Dia sebutkan, untuk masa panen kopi arabika Gayo, mengalami keterlambatan panen hampir satu bulan, dan untuk masa panen kali ini, di prediksi kopi Gayo hanya ada 40 persen, akibat dampak perubahan iklim. 

"Kita berharap, kondisi harga kopi arabika Gayo bisa terus bertahan sehingga dapat membantu petani karena saat awal pandemi harga kopi sempat anjlok,” pungkasnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved