Breaking News:

Kisah Ranavalona I, Ratu Paling Kejam dari Kerajaan Madagaskar, Banyak yang Berduka atas Kematiannya

Ranavalona I lahir dari keluarga sederhana, putri rakyat jelata, anggota kelompok etnis Merina yang dominan mendiami Madagaskar.

Editor: Faisal Zamzami
Via Museumfacts.co.uk
Ratu Ranavalona I dari Kerajaan Madagaskar. 

Sebagai anti-Eropa yang keras, Ranavalona I menghapus reformasi yang dilakukan suaminya dalam upaya memodernisasi bangsa Madagaskar.

Dia mengusir para pedagang Eropa, guru, diplomat, dan kesepakatan perdagangan dengan Inggris serta Perancis segera dibatalkan.

Setelah satu pertempuran yang berhasil melawan invasi, ratu yang paling kejam ini menggorok kepala orang-orang Eropa, menancapkannya pada tombak, dan meletakkannya di pantai sebagai ukuran untuk memukul mundur penjajah asing.

Ratu yang paling kejam ini juga melarang ajaran Kristen di Madagaskar.

Pada 1835, Ranavalona I, sang ratu paling kejam ini menyatakan, "Siapa pun yang melanggar hukum kerajaan saya akan dihukum mati, siapa pun dia."

Menjadi tidak toleran, Ranavalona I mengadopsi metode keras untuk melenyapkan mereka yang mempraktekkan agama Kristen.

Mereka dipukuli, disiksa, dibuat kelaparan, didorong dari tebing, diracun, dipenggal kepalanya dengan sanak saudaranya dibuat untuk menyaksikan adegan kematian yang brutal.

Antara tahun 1837 dan 1856, ratu Madagaskar itu memerintahkan penahanan dan penganiayaan terhadap sekitar 100 orang Kristen.

Wanita paling kejam menyuruh orang-orang Kristen tersebut meminum sari tanaman tangena yang beracun.

Praktiknya disebut “pengadilan dengan tangena”, membuat tahanannya makan tiga kulit ayam, diikuti dengan kacang tangena atau kernel beracun.

Kemudian, orang itu akan muntah. Jika ketiga kulit itu muncul, orang tersebut dianggap tidak bersalah.

Jika sebaliknya, maka orang tersebut bersalah. Cara ini digunakan oleh Ranavalona I untuk menguji kesetiaan rakyatnya.

Kegemaran periode abad pertengahan kuno dalam penyiksaan dan eksekusi sangat menginspirasi Ranavalona I.

Ratu Madagaskar yang paling kejam ini memasukkan banyak teknik jahat untuk menghukum orang dan mempraktikkannya dengan penuh semangat.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved