Breaking News:

Maisarah Sumbang Emas Ke-11 untuk Tanah Rencong

Dua hari menjelang penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, prestasi mengesankan ditoreh Kontingen Aceh

Editor: bakri
PB PON XX PAPUA/M BASRY RUSMAN
Maisarah dan temannya Lismarita foto bersama 

Dua hari menjelang penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, prestasi mengesankan ditoreh Kontingen Aceh. Hingga Rabu (13/10/2021), Tanah Rencong sudah mengumpulkan 11 emas, 6 perak, dan 10 medali perunggu. Raihan itu jelas melewati pencapaian prestasi ketika PON 2016 di Provinsi Jawa Barat. Saat itu, Kontingen Aceh berhasil mengumpulkan 8 emas, 7 perak, dan 9 perunggu.

Seperti diketahui, PON XX Papua hanya mempertandingkan 37 cabang olahraga di empat klaster yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke. Sementara di PON Jawa Barat mempertandingkan 56 cabang olahraga. Untuk PON Papua, Aceh mengirimkan 127 atlet yang bertanding di 26 cabang olahraga.

Sebenarnya, Tanah Rencong memiliki peluang besar untuk menambah pundi-pundi emas dari petanque. Tapi, di luar dugaan tuan rumah mencoret cabang olahraga tersebut. Hal itu jelas sangat merugikan Kontingen Aceh. Bukan rahasia lagi, Aceh merupakan juara umum Prakualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) cabang petanque di Jakarta tahun 2019 lalu dengan merebut tiga medali emas.

Sekretaris Umum (Sekum) KONI Aceh, M Nasir Syamaun SIP MAP kepada Serambi, Rabu (13/10/2021), mengatakan, 11 medali emas itu berasal dari cabang tarung derajat (3), dan angkat besi dua emas. Kemudian, dari cabang anggar, sepatu roda, binaraga, atletik, muaythai, dan kempo masing-masing satu medali emas.

Emas dari cabang kempo merupakan medali emas ke-11 bagi Aceh yang disumbangkan oleh Maisarah yang turun pada kelas randori kelas 55 Kg putri. Pada pertandingan final di GOR STT Gidi Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (13/10/2021), Maisarah berhasil menang telak, 5-0, atas kenshi Nusa Tenggara Timur (NNT), Siska.

Keberhasilan Maisarah membuat Kontingen Aceh sukses mempertahankan tradisi medali emas cabang kempo di arena PON XX Papua. Di babak final tersebut, Maisarah berhasil menciptakan satu wazari melalui tendangan adalannya, choku geri (tendangan dengan ujung tapak khaki). Wazari yang terjadi pada babak perpanjangan waktu membuat lawannya harus mengakui keunggulan kenshi asal Aceh Besar, tersebut. 

Seperti diketahui, sejak babak penyisihan, semifinal, dan final, choku geri selalu menjadi andalan Maisarah dalam menghadapi lawan-lawannya. “Alhamdulillah kita berhasil memenuhi target untuk merebut medali  emas dari Maisarah," kata Sekum Pengprov Perkemi Aceh, Ahyar ST, kepada Serambi, kemarin.

Pengalungan medali untuk Maisarah dilakukan Sekum KONI Aceh, M Nasir Syamaun MPA. “Alhamdulillah, capaian kita ini melewati prestasi PON 2016 di Jawa Barat. Ini tentu sangat membanggakan kita semua. Kita ucapkan terima kasih atas perjuangan atlet selama di Papua,” ucap M Nasir Syamaun.

Sehari sebelumnya, kenshi Aceh atas nama Lismarita juga berhasil meraih medali perunggu di nomor randori 50 Kg putri. Dengan hasil ini, dalam tiga PON terakhir, cabang kempo selalu mampu menyumbang medali emas untuk Kontingen Aceh. Pada PON 2012 Riau, kempo Aceh meraih emas melalui Lismarita. Pada PON 2016 di Jawa Barat, kenshi yang menyumbang emas untuk Aceh adalah Meta Mustika Putri. (ran)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved