Breaking News:

MQK II 2021

Musabaqah Qiraatil Kutub Provinsi Resmi Bergulir

Kegiatan yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini diikuti 20 kabupaten/kota se-Aceh. MQK tingkat provinsi ini akan berlang

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: IKL
Dok Humas Pendidikan Dayah Aceh
PENGUKUHAN DEWAN HAKIM MQK - Gubernur Aceh yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintah, M Jafar, mengukuhkan dewan hakim Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) II Aceh 2021. Turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri dan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, MK Alidar. 

MQK Provinsi Resmi Bergulir

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT melalui Asisten I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan, M Jafar, resmi membuka Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK)-II 2021 di Asrama Haji Embarkasi Banda Aceh, Rabu (13/10/2021) malam.

Kegiatan yang digagas Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh ini diikuti 20 kabupaten/kota se-Aceh. MQK tingkat provinsi ini akan berlangsung selama tiga hari, hingga Sabtu (16/10/2021).

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri SAg MH, menyampaikan, pelaksanaan MQK ini merupakan bagian dari kegiatan ekstrakurikuler santri. Ajang itu juga untuk menyediakan ruang publik bagi santri Aceh untuk berekspresi dan aktualisasi diri.

Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, Zahrol meyakini kegiatan ini tidak menyurutkan semangat para peserta, walaupun tidak semeriah tahun sebelumnya. “Kami mengharapkan kepada semua yang terlibat dalam kegiatan ini untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dengan selalu menerapkan pola 5 M,” pinta Zahrol.

Pada MQK kedua ini diperlombakan 10 cabang. Masing- masing untuk tingkat ula sebanyak 2 cabang (ahklak dan tauhid), tingkat wustha 4 cabang (fiqh, tarikh, tafsir dan hadist), dan tingkat ulya sebanyak 4 cabang (nahwu, ushul fiqh, ilmu tafsir dan balaghah). Total peserta sebanyak 380 orang, yang didampingi 80 pendamping dan 80 orang official.

Hadiah untuk juara

Kadis Pendidikan Dayah Aceh, Zahrol Fajri, menyebutkan, dalam kegiatan ini pihak panitia menyediakan hadiah berupa piala dan uang pembinaan. Kepada juara I hadiah uang yang diberikan sebesar Rp 20 juta, juara II Rp 15 juta, juara III Rp 12 juta.

“Sedangkan juara harapan I senilai Rp 10 juta, juara harapan II Rp 8 juta dan juara harapan III Rp 6 juta,” sebut Zahrol yang juga Ketua Panitia MQK-II Tingkat Provinsi Aceh. Sementara itu, Gubernur Aceh dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M Jafar, menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan MQK tahun ini. Gubernur juga berpesan kepada seluruh partisipan MQK-II untuk tetap menerapkan dan menjaga protokol kesehatan Covid-19.

MQK Provinsi Resmi Bergulir

Manjaga Warisan Ulama dan Guru

ASISTEN I Pemerintah Aceh Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, M Jafar mengatakan, Pemerintah Aceh meyakini, perlombaan ini dipastikan dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga kemurnian warisan ulama dan para guru melalui tradisi membaca, mengkaji dan menalaah kitab kuning, sehingga akan tetap terawat eksistensinya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Upaya menjaga kemurnian tradisi inilah yang menjadi misi dan tujuan penting Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Dayah Aceh untuk mengadakan MQK- II Tahun 2021 ini,” sebutnya. Gubernur lanjut Jafar, juga berharap MQK ini bisa menjadi sarana keilmuan yang efektif dalam upaya mengasah kemahiran membaca kitab kuning. Pasalnya, unsur kemahiran dalam membaca dan menelaah, menjadi kata kunci untuk memahami isi dan kandungan dalam sebuah kitab sebagai referensi terhadap permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.

“Kami berharap agar pelaksanaan event MQK-II tahun ini bukanlah sekedar mempertahankan tradisi dan menghidupkan budaya kelimuan di kalangan para santri dayah/pesantren.

Namun, kegiatan ini harus berdampak positif bagi para santri, untuk sedini mungkin mempersiapkan diri menjadi ulama, teungku dan ahli ilmu agama,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved