Breaking News:

Pangdam Ingatkan Masyarakat Taat Protkes Saat Peringatan Maulid

Tak lama lagi, masyarakat muslim dunia, termasuk Aceh akan kembali memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW

Editor: bakri
Kolase Serambinews.com/Wikipedia
Pangdam Iskandar Muda (IM) yang baru, Mayjen TNI Achmad Marzuki 

BANDA ACEH - Tak lama lagi, masyarakat muslim dunia, termasuk Aceh akan kembali memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal 1443 Hijriah, bertepatan dengan 20 Oktober 2021. Biasanya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan berbagai tradisi. Di Aceh, peringatan Maulid Nabi biasanya berlangsung hingga tiga bulan yang diisi dengan kenduri dan ceramah agama. Kegiatan itu akan digelar di berbagai tempat, mulai kabupaten/kota, kecamatan, hingga ke desa-desa.

Tradisi kearifan lokal ini tentu akan membuat kerumunan masyarakat dalam jumlah besar. Karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, Pangdam Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki mengingatkan masyarakat Aceh agar tetap waspada dan taat protokol kesehatan (protkes) saat peringatan Maulid berlangsung.

Jenderal bintang dua ini mempersilakan masyarakat Aceh untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW seperti biasa, namun wajib patuh protokol kesehatan. Pangdam IM juga meminta masyarakat untuk segera melakukan vaksinasi, agar tercipta kekebalan tubuh secara komunal dan bisa kembali hidup normal seperti sebelumnya.

Hal itu disampaikan Pangdam IM didampingi Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, saat saat menyerahkan sembako bantuan kepada masyarakat seusai menghadiri kegiatan vaksinasi dan bakti sosial Akabri 89 di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Rabu (13/10/2021). Kegiatan itu juga digelar di Mabes TNI, Jakarta dan disiarkan secara virtual.

"Di bulan ini kita akan melaksanakan kearifan lokal kita, peringatan Maulid Nabi, tolong dibatasi dengan jaga jarak. Biasanya kita melakukan peringatan ini tiga bulan," kata Panglima. Menurut Mayjen TNI Achmad Marzuki, peringatan 12 Rabiul Awal memang salah satu tradisi masyarakat muslim, khususnya di Indonesia tak terkecuali di Aceh.

"Silakan (peringati), di sini seperti hari ini banyak penduduk. Tapi, selama ada protkes tidak apa-apa, jaga jarak, cuci tangan, vaksin terutama. Selama itu dilakukan sepertinya kita nyaman, silakan saja, seperti yang kita lakukan pada Idul Adha tahun lalu," ungkapnya.

Salurkan bantuan

Kemarin, Pangdam IM bersama Kapolda Aceh dan Ketua DPRA, Dahlan Jamaluddin meninjau kegiatan vaksinasi dan bakti sosial yang digelar Alumni Akabri 89 di Lapangan Blangpadang. Turut hadir, Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali, bersama Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, dan sejumlah unsur pemerintahan lainnya.

Amatan Serambi, jumlah masyarakat yang ikut dalam kegiatan itu tidak sedikit. Mereka berkumpul di Lapangan Blangpadang dan menunggu giliran untuk divaksin. Mayoritas yang hadir mulai dari tukang becak, ojek online, mahasiswa, dan masyarakat umum.

Pada kesempatan itu, Pangdam IM bersama Kapolda juga menyerahkan sembako bantuan secara simbolis kepada masyarakat yang hadir. Rangkaian kegiatan tersebut digelar di sela-sela Pangdam IM, Kapolda, Ketua DPRA, dan pejabat lainnya mengikuti kegiatan vaksinasi dan bakti sosial Alumni Akabri 89 secara virtual dari Jakarta.

Pangdam IM berharap, masyarakat terus antusias untuk mengikuti vaksinasi karena vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk melawan Covid-19. Mayjen Achmad Marzuki meminta wartawan untuk melawan berita-berita hoaks tentang vaksin yang beredar di masyarakat selama ini.

Dia meminta masyarakat tak mudah terpedaya dengan berita-berita hoaks tersebut. Bahkan, Pangdam mengingatkan masyarakat bahwa angka kematian di Aceh akibat Covid-19 sudah mencapai dua ribuan orang. "Korban meninggal dunia sudah 2.017 orang, itu nyata tidak hoaks, itu bukan angka sedikit. Mohon bantu teman-teman media untuk melawan berita-berita hoaks," pinta Pangdam.

Terkait vaksin, Pangdam menepis isu yang menyebutkan bahwa vaksin itu haram atau vaksinasi tidak perlu. "Di Mekkah sendiri yang juga melaksanakan syariat Islam, itu ditutup dan kita tidak boleh masuk jika tidak divaksin," pungkasnya.

Sementara itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, mengatakan, vaksinasi akan terus dilaksanakan setiap hari. Ditargetkan, hingga Desember mendatang, capaian vaksinasi di Aceh mencapai 50 persen. "Sekarang ini, Alhamdulillah secara keseluruhan sudah 27 persen lebih untuk dosis pertama dan antusias masyarakat meningkat untuk setiap kabupaten. Kita akan gelar terus menerus, akhir Desember semoga sudah bisa 50 persen," kata Ahmad Haydar.

Vaksin itu, tambah Kapolda, agar masyarakat Aceh sehat, bisa hidup normal kembali, dan ekonomi membaik. "Kita terus melakukan vaksin, vaksin, kita berharap masyarakat sehat dan ekonomi pulih," tutup Kapolda Aceh. (dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved