Breaking News:

Tirta Mountala Lakukan Penagihan Door to Door, Tunggakan Rekening Air Bersih Membengkak

Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala, Aceh Besar, memaksimalkan pegawainya untuk melakukan penagihan biaya

Editor: bakri
For Serambinews.com
Direktur PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir Sulaiman. 

KOTA JANTHO - Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala, Aceh Besar, memaksimalkan pegawainya untuk melakukan penagihan biaya rekening air bersih ke pelanggan secara door to door (dari pintu ke pintu). Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan pemasukan perusahaan. Sebab, tunggakannya terus membengkak.

Direktur Utama PDAM Tirta Mountala, Ir Sulaiman MSi, kepada Serambi, Rabu (13/10/2021), mengatakan, selama ini pihaknya sudah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah tunggakan rekening air bersih. Upaya itu, sebut Sulaiman, mulai dari mengirim surat tagihan ke semua pelanggan melalui PT Pos Indonesia hingga menyediakan aplikasi cek tagihan PDAM secara online.

“Namun, usaha tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal. Karena itu, sekarang kami memanfaatkan para pegawai untuk melakukan penagihan secara door to door. Kami menilai, langkah ini sebagai jurus ampuh untuk mengatasi masalah tunggakan tersebut," ungkap Sulaiman didampingi Direktur Umum, Devid Zainal SE.

Setelah dikirim surat teguran, lanjut Sulaiman, pelanggan diberi waktu tiga hari untuk melunasi tunggakan. Jika dalam tenggat waktu tersebut, pelanggan tidak merespons atau tidak melunasi tunggakan, akan dilakukan pemutusan sambungan air bersih. "Tindakan tegas ini terpaksa kami ambil mengingat pelanggan terkadang abai terhadap peringatan yang kita berikan. Yang jelas, satu minggu setelah diberi peringatan, namun tidak ada tanggapan dari pelanggan, maka sambungan air langsung kita putuskan," tegasnya.

Saat ini, sebut Sulaiman, tunggakan pelanggan PDAM Tirta Mountala mencapai Rp 29 miliar. Karena itu, menurutnya, harus dilakukan tindakan tegas untuk menutupi tunggakan tersebut. "Jika tidak ada tindakan tegas, tentu angka tersebut akan terus meningkat. Tapi, Alhamdulillah sejak kita lakukan penagihan secara door to door, angka pelunasan rekening air terus membaik," ungkap Sulaiman.

Tingginya tunggakan rekening pelanggan, tambah Sulaiman, sangat mempengaruhi biaya operasional perusahaan daerah tersebut. Apalagi, jumlah pegawai tetap PDAM Tirta Mountala  sebanyak 120 orang ditambah tenaga kontrak 20 orang.

Pada bagian lain, Sulaiman mengingatkan masyarakat Aceh Besar yang menyewakan rumah atau toko atau pelanggan lainnya untuk rutin mengecek pembayaran tagihan PDAM Tirta Mountala. Sehingga, jumlah tagihan tidak membengkak. Sebab, hal itu akan memberatkan masyarakat sendiri.

"Kebanyakan pelanggan yang menunggak adalah rumah, toko, atau bangunan lain yang disewakan. Jadi, sekali lagi kami imbau pemiliknya jangan lalai, lakukan pengecekan secara rutin. Sebab, jika sambungan air sudah diputuskan akibat tak melunasi tunggakan dalam waktu yang diberikan, maka saat dipasang kembali tentu akan kena biaya yang lebih besar lagi," jelas Direktur Utama PDAM Tirta Mountala.

Saat ini, menurut Sulaiman, pihaknya sedang menjajaki agar pembayaran rekening air bersih dilakukan secara prabayar seperti rekening listrik. "Dengan sistem itu, pelanggan yang tidak membayar rekening, suplai air bersih otomatis akan terputus," ungkapnya seraya menyebutkan, PDAM Tirta Mountala saat ini memiliki 40.984 pelanggan. Sulaiman menambahkan, pihaknya terus memaksimalkan pelayanan kepada pelanggan. Sehingga, kebutuhan air bersih di Aceh Besar tercukupi. (jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved