Breaking News:

Berita Gayo Lues

Usut Penyelewengan CSR Bank Aceh, Penyidik Polres Galus Tunggu Tim Ahli, Begini Penjelasan Kapolres

Tim penyidik dari Satreskrim Polres Gayo Lues (Galus) sudah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

Penulis: Rasidan | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Syahputra Bustamam. 

Laporan Rasidan | Gayo Lues

SERAMBINEWS.COM, BLANGKEJEREN - Tim penyidik dari Satreskrim Polres Gayo Lues (Galus) sudah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

Pemeriksaan saksi ini guna menggali keterangan terkait kasus bantuan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Aceh Syariah Blangkejeren yang diduga ditilep oleh seorang oknum tokoh masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Serambinews.com, bantuan dana CSR untuk kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Galus tersebut mencapai Rp 1 miliar lebih, yang disalurkan pada akhir tahun 2020 lalu.

Bantuan CSR tersebut diperuntukkan kepada 10 kelompok tani yang tersebar dalam beberapa kecamatan di kabupaten tersebut.

Namun, bantuan tersebut diduga dipungut oleh seorang oknum masyarakat yang berperan sebagai pihak ketiga dalam penerimaan dan penyaluran bantuan CSR itu.

Jumlah  bantuan setiap kelompok tani diberikan  Rp 100 juta yang masuk ke rekening Poktan tersebut.

Baca juga: Usut Dugaan Penyelewengan Dana CSR Bank Aceh Syariah, Penyidik Periksa 13 Orang Saksi

Selanjutnya dana bantuan itu ditarik dan diberikan kepada oknum masyarakat berinisial ER alias WA.

Nominal dana yang diserahkan kepada ER itu bervariasi, ada yang Rp 90 juta, da nada juga sebesar Rp 93 juta.

Tapia da juga diberikan atau diserahkan ke ER alias WA sebesar Rp 40 juta.

Kapolres Galus, AKBP Carlie Syahputra Bustamam kepada Serambinews.com, Kamis (14/10/2021), mengatakan, tim penyidik Polres sudah memeriksa sebanyak 13 orang saksi.

Belasan saksi yang sudah dimintai keterangan itu terdiri dari 10 orang merupakan ketua kelompok tani.

Kemudian, 2 orang saksi yang berperan sebagai masyarakat dan 1 orang lainnya yakni merupakan oknum masyarakat yang diduga menerima bantuan dari setiap ketua kelompok tani penerima bantuan CSR tersebut.

Baca juga: Dana CSR Ditiadakan, Warga Demo dan Blokir Jalan Masuk PT Perta Arun Gas di Lhokseumawe

"Untuk saat ini, tim penyidik masih menunggu tim ahli, apakah kasus dana CSR masuk dalam ranah tindak pidana atau tidak,” ungkap Kapolres.

“Nnamun yang jelas, kasus ini sudah ditangani sejak beberapa bulan yang lalu oleh Polres Galus," tegas AKBP Carlie Syahputra Bustamam.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved