Breaking News:

Wanita Pegawai Bank Didakwa Buat Program Fiktif, Tipu Nasabah Ratusan Juta Untuk Modal Nikah

"Namun, program tersebut pada saat terdakwa tawarkan kepada nasabah sudah tidak lagi berlaku di kantor bank tersebut," kata Jaksa.

Editor: Faisal Zamzami
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Didakwa buat program fiktif hingga raup uang nasabah ratusan juta untuk modal nikah, Astina Jayanti jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (14/10/2021). 

SERAMBINEWS.COM, MEDAN - Didakwa buat program fiktif hingga raup uang nasabah ratusan juta untuk modal nikah, Astina Jayanti pegawai swasta di kawasan Setiabudi Medan jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (14/10/2021).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roceberry C Damanik menuturkan, perkara yang menjerat warga Jalan Rahmadsyah Kecamatan Medan Area itu bermula pada bulan Januari 2019 lalu, saat terdakwa Astina Jayanti yang menjabat sebagai Customer Service (CS) dan Marketing, menawarkan secara lisan program saving dana seperti deposito dengan bunga tinggi, serta program gift kepada nasabah.

Program gift yang terdakwa tawarkan, sebelumnya merupakan salah satu program saving dana dari Bank itu yang menawarkan investasi dana dengan bonus hadiah seperti emas kepada para nasabahnya.

"Namun, program tersebut pada saat terdakwa tawarkan kepada nasabah sudah tidak lagi berlaku di kantor Bank tersebut di KCP Setiabudi Medan," kata Jaksa.

Terdakwa kemudian menawarkan program tersebut kepada para nasabah tanpa sepengetahuan Evi P Simangunsong selaku pimpinan cabang.

Terdakwa menjalankan aksinya dengan memberikan formulir pendaftaran program saving dana kepada para nasabah yang berhasil terdakwa yakinkan untuk mengikuti program tersebut.

"Formulir pendaftaran program tersebut sudah ada sebelumnya di Bank itu, namun yang terdakwa serahkan kepada para nasabah merupakan formulir pendaftaran program yang telah terdakwa edit atau ubah pada beberapa bagian diantaranya jenis program dan keterangan hadiah yang seluruhnya, tidak sesuai dengan sistem yang berlaku pada program bank itu," urai Jaksa.

Setelah formulir tersebut diisi dan ditandatangani oleh para nasabah, sebagai bukti nasabah telah mengikuti program fiktif yang ditawarkan oleh terdakwa, ia pun membuat dan menyerahkan dokumen bilyet deposito palsu, yang sebelumnya ia sudah membuat catatan palsu pada dokumen lembar nota konfirmasi kepesertaan bank itu.

Di dalam formulir pendaftaran program saving dana yang sudah terdakwa buat tersebut, tidak terdapat kolom nama dan tandatangan pejabat bank yang seharusnya turut melakukan verifikasi atas dokumen bank yang terdakwa keluarkan.

"Selanjutnya, terdakwa melakukan pembaharuan data para nasabah berdampak dengan menggunakan handphone dan komputer yang ada di tempat kerja terdakwa, dengan cara merubah nomor handphone para nasabah menjadi nomor handphone yang ada dalam penguasaan terdakwa sehingga terdakwa dapat menguasai username, password dan juga TAC (Transaction Authorization Code)," beber Jaksa.

Baca juga: Kuli Bangunan Kuras Rekening 14 Nasabah, Ribuan Data Nasabah Bocor, Home Credit Rugi Rp 1,5 M

Baca juga: Wanita Teller Bank Gelapkan Uang Nasabah Rp 1,2 Miliar, Pelaku Terlilit Utang Pinjaman Online

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved