Breaking News:

Salam

Jangan Abaikan Protkes Saat Peringatan Maulid

PANGDAM Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki mengingatkan masyarakat Aceh agar tetap waspada dan taat protokol kesehatan (protkes)

Editor: bakri
Kolase Serambinews.com/Wikipedia
Mayjen TNI Achmad Marzuki 

PANGDAM Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Achmad Marzuki mengingatkan masyarakat Aceh agar tetap waspada dan taat protokol kesehatan (protkes) saat menggelar atau mengikuti rangkaian acara dalam rangka peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Pangdam mempersilakan masyarakat menggelar acara-acara peringatan hari kelahiran nabi besar pada 12 Rabiul Awal 1443. “Tapi, tolong dibatasi dengan jaga jarak,” katanya.

Warning itu disampaikan mengingat peringatan maulid di Aceh lebih spesifik dibanding daerah-daerah lain di Indonesia. Di, Aceh selain mendengar ceramah tentang maulid yang dilaksanakan di meunasah-meunsaha atau masjid-masjid, bersamaan dengan itu juda acara kenduri atau makan bersama warga gampong yang juga mengundang tamu dari desa tetangga.

Dan, Yang khas lagi, peringatan maulid di Aceh berlangsung hingga tiga bulan. Ada yang disebut maulud awal, maulud tengah, dan maulud akhir. Jadi, acara kenduri panjang sekali meski tempatnya berbeda- beda. Karena itulah, Pangdam mengingatkan kita semua supaya mematuhi protokol kesehatan saat menggelar atau menghadiri rangkaian acara peringatan malulid.

Selain itu, Pangdam IM juga sangat berharap masyarakat terus antusias untuk mengikuti vaksinasi karena vaksinasi merupakan salah satu upaya untuk melawan Covid-19. Pangdam pun meminta masyarakat supaya jangan terpedaya berita-berita hoaks mengenai vaksin. "Korban meninggal dunia di Aceh sudah 2.017 orang, itu nyata tidak hoaks, itu bukan angka sedikit. Mohon temanteman media untuk melawan berita-berita hoaks," pinta Pangdam.

Bersamaan dengan itu, Kapolda Aceh, Irjen Pol Drs Ahmad Haydar SH MM, mengatakan, vaksinasi akan terus dilaksanakan setiap hari. Ditargetkan, hingga Desember mendatang, capaian vaksinasi di Aceh mencapai 50 persen. "Sekarang ini, Alhamdulillah secara keseluruhan sudah 27 persen lebih untuk dosis pertama dan antusias masyarakat meningkat untuk setiap kabupaten. Kita akan gelar terus-menerus, akhir Desember semoga sudah bisa 50 persen," kata Ahmad Haydar.

Penanganan Covid-19 terus menunjukkan tren positif terlihat kasus telah jauh menurun. Dalam sepekan terakhir angka kasus infeksi baru Covid di Aceh rata-rata kurang dari 30 orang perhari.

Ini sesuatu yang menggembirakan mengingat angka jangkitan harian di Aceh pernah mencapai sekitaran 400 orang setiap hari dan yang meninggal pernah lebih 40 orang sehari. Jadi kita sangat bersyukur atas situasi yang terus membaik. Namun demikian, Pemerintah Pusat berharap pemerintah daerah tetap harus waspada terhadap kemungkinan munculnya klaster baru Covid-19 seperti di perkantoran dan sekolah yang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM).

Pemerintah di daerah harus memastikan melakukan investigasi. Berupa tracing jika ditemukan adanya kasus aktif Covid-19. "Pastikan investigasi menyeluruh dan pelacakan kontak untuk setiap kasus yang ditemukan," ujar seorang juru bicara pemerintah pusat untuk urusan Covid-19.

Daerah juga diminta tetap harus melakukan pemetaan risiko wilayah agar mudah dilokalisir. "Lakukan pemetaan risiko wilayah, tempat- tempat mana yang memiliki risiko munculnya klaster. Lakukan lokalisasi segera, mungkin untuk mencegah perluasan penyebaran dengan testing dan tracing," katanya.

Secara nasional kasus Covid di negeri ini memang sudah sangat menurun dalam sebulan terakhir. Dan, karenanya, Pemerintah sudah melonggarkan atau memberi ruang lebig lebar kepada masyarakat untuk beraktivitas, termasuk melakukan perjalanan antar kota menggunakan moda transportasi umum seperti pesawat, bus, kereta api, kapal laut, dan lain-lain.

Akan tetapi, setiap individu yang melaksanakan perjalanan masih diwajibkan menerapakan dan mematuhi protokol kesehatan 6M. Yakni, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved