Breaking News:

Internasional

Mantan Presiden Afrika Selatan Tuduh Pengadilan Tidak Adil, Dirinya Jadi Target Penyelidikan

Mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma menuduh pengadilan tidak adil saat memasukkannya ke dalam penjara pada Juli 2021.

Editor: M Nur Pakar
AFP/GUILLEM SARTORIO
Gambar mantan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dapat dilihat selama doa selamat datang untuknya di Durban, Afrika Selatan, pada Kamis (14/10/2021) 

Zuma menjalani hampir dua bulan dari hukuman penjara 15 bulannya di Pusat Pemasyarakatan Estcourt.

Dia dibebaskan secara kontroversial dengan pembebasan bersyarat medis.

Komisioner Layanan Pemasyarakatan Arthur Fraser menyetujui pembebasan Zuma.

Walau bertentangan dengan rekomendasi dewan pembebasan bersyarat, yang mengatakan harus tetap di penjara karena dalam kondisi stabil.

Baca juga: VIDEO - Kerusuhan di Afrika Selatan, 72 Orang Dilaporkan Tewas, 1.700 Orang Lebih Ditangkap

Zuma menghabiskan sebagian besar hukumannya di sayap rumah sakit penjara.

Kemudian dipindahkan ke rumah sakit luar di mana dia menjalani operasi pada Agustus 2021.

Pengacara Zuma belum mengungkapkan alasan operasi atau kondisi medisnya.

Analis politik Xolani Dube mengatakan acara untuk Zuma menunjukkan tingkat perpecahan politik di dalam partai Kongres Nasional Afrika yang berkuasa.

“Itu tidak lain unjuk kekuatan oleh satu faksi terhadap faksi lainnya," jelas Dube.

"Mereka menggunakan karisma dan karakternya untuk melawan pertempuran faksi internal ANC," tambahnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved