Breaking News:

Berita Pidie

Modus Kirim Uang untuk Berobat Akupuntur, Tiga Warga Pidie jadi Korban Penipuan

Modus baru, kasus yang ditangani Polres Pidie, bahwa tiga warga Pidie diduga menjadi korban penipuan.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK MH. 

Modus baru, kasus yang ditangani Polres Pidie, bahwa tiga warga Pidie diduga menjadi korban penipuan.

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Hati-hati masyarakat berobat secara tradisional akupuntur, yang diminta mengirim uang lebih dahulu melalui bank.

Modus baru, kasus yang ditangani Polres Pidie, bahwa tiga warga Pidie diduga menjadi korban penipuan.

"Pelaku berinisial LTL atau Koko (50) kita tangkap di Gang Madrasah, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah Kota Medan, Kamis (14/10/2021) sekitar pukul 21.00 WIB," kata Kapolres Pidie, AKBP Padli SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Riza, kepada Serambinews.com, Jumat (15/10/2021).

Ia menyatakan, penangkapan lelaki Koko itu setelah adanya tiga warga yang melapor kepada polisi.

Adalah Balkani (52) PNS warga Gampong Dayah Cale, Kecamatan Indra Jaya.

Lalu, Nurdin (63) pensiunan warga Gampong Rambayan Lueng, Kecamatan Peukan Baro dan Abdussalam (43) warga Gampong Tunong, Kecamatan Mila, Pidie.

Baca juga: Begini Kata Polisi Terkait Dugaan Penipuan Dilaporkan Tamara Bleszynski

"Dalam melakukan aksinya, Koko tinggal di Gampong Rawa Kuta Buede, Kecamatan Pidie," jelasnya.

Ia menjelaskan, kasus dugaan penipuan itu berawal, korban Nurdin berobat ke rumah pelaku Koko di Gampong Rawa, guna melakukan pengobatan tradisional.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved