Breaking News:

Berita Jakarta

Kegiatan "Reriah Rerio" Bener Meriah Ditandai dengan "Munyeluk Upuh Kerung"

Kegiatan "Reriah Rerio" ini sedikit unik karena seluruh rangkaian acara, termasuk pengantar, pidato dan lain-lain harus menggunakan bahasa Gayo.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Sekretaris Dinas Pendidikan Bener Meriah nebyarungjan sarung kepada Edy Ranggayoni. 

Kegiatan "Reriah Rerio" ini sedikit unik karena seluruh rangkaian acara, termasuk pengantar, pidato dan lain-lain harus menggunakan bahasa Gayo.

Laporan Fikar W Eda | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Kegiatan  budaya "Reriah Rerio" Bener Meriah  ditandai dengan "munyeluk upuh kerung" atau mengenakan kain sarung oleh Sekrterais Dinas Pendidikan Bener Meriah, Saidi M Nurdin kepada Ketua Pelaksana Acara Edy Ranggayoni, Sabtu (16/19/2021).

Kegiatan "Reriah Rerio" ini sedikit unik karena seluruh rangkaian acara, termasuk pengantar, pidato dan lain-lain harus menggunakan bahasa Gayo.

Kegiatan Reriah-Reriö  yang dipusatkan di Kampung Gerpa,  Kecamatan Samar Kilang, Bener Meriah , diisi dengan aktivitas berburu, dan menangkap ikan.

Para peserta berasal dari siswa sekolah menengah dan generasi muda.

Reriah-Reriö merupakan salah satu festival tradisional Gayo, kegiatan ini bertujuan meningkatkan interaksi pemajuan kebudayaan lintas generasi melalui olah raga tradisional secara inovatif melibatkan berbagai komponen masyarakat. 

Kegiatan ini merupakan program Fasilitasi Bidang Kebudayaan (FBK) Dirjen Kebudayaan, Kemendikbud Ristek.

Baca juga: VIDEO Menteri Sandiaga Uno Buka Tour De Gayo: Peu Haba Hana Keber, Sapanya

Edy Ranggayoni, yang juga  Ketua Sanggar Gayo Symphony Simpang Teritit,  berharap acara Reriah-Reriö dapat mendorong mendorong kreativitas pelajar untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal.

Itu sebabnya kepada seluruh peserta yang berasal dari sejumlah SLTA di Kabuten Bener Meriah tidak dibenarkan membawa alat berburu dan menangkap ikan dari luar, diharapkan peserta dapat membuat alat sendiri dari berbagai bahan yang terdapat dalam hutan Samar Kilang, sehingga terjadi pewarisan nilai-nilai budaya Gayo bagi remaja Bener Meriah.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved