Breaking News:

Unaya Gelar Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu

Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kembali melaksanakan Seminar

Editor: bakri
Unaya Gelar Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu
For Serambinews.com

BANDA ACEH - Universitas Abulyatama (Unaya) Aceh Besar melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kembali melaksanakan Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu (SEMDI) III Tahun 2021, Kamis (14/10/2021).

Kegiatan yang berlangsung secara daring itu mengangkat tema “Rumoh Ilmu dan Budaya: Membangun Kesiapan Sumber Daya Manusia Dalam Mewujudkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka,”

Ketua LPPM Unaya, Dr Azhari MA dalam laporannya menyampaikan, sebanyak 43 presenter dari berbagai universitas dari seluruh Indonesia menyampaikan berbagai hasil penelitiannya. Selain itu, SEMDI III 4 keynote speaker dari dalam maupun luar negeri yang kompeten dalam bidangnya.

Dari dalam negeri hadir Prof Dr Ir M Budi Djatmiko MSI MEI (Ketua Umum Aptisi), Ir Agung Efriyo Hadi MSc PhD IPM (Rektor Universitas Abulyatama), Dr Fazzan MA (Dosen Universitas Abulyatama). Sementara dari luar negeri, Sr Ts Siti Hafsah Zulkarnain, Direktur Pusat Keusahawanan Mahasiswa (MASMED) Universiti Teknologi MARA Malaysia.

Rektor Universitas Abulyatama, Ir R Agung Efriyo Hadi MSc PhD IPM, menyampaikan, Perguruan Tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disamping melaksanakan pendidikan.

Hal itu sebagaimana diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 20. Sejalan dengan kewajiban tersebut, UU No 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi menyatakan bahwa penelitian di perguruan tinggi diarahkan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa.

Pada kesempatan tersebut Rektor Unaya mengajak semua dosen juga mahasiswa untuk menjadikan penelitian sebagai tren masa depan kampus kita rumoh ilmu dan budaya.

Sementara itu, Sr Ts Siti Hafsah Zulkarnain, dalam materinya menyampaikan bahwasanya pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia adalah krisis kesehatan yang mengancam kelangsungan hidup dan kesejahteraan rakyat. “Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) memperkirakan krisis Covid-19 untuk meningkatkan tingkat pengangguran terutama di sektor jasa,” katanya.

Sementara Ketua APTISI, Prof Dr Ir M Budi Djatmiko MSi MEI, menjelaskan, merdeka belajar kampus merdeka merupakan program prioritas yang perlu mendapat perhatian dan sambutan dari semua kampus di Indonesia. “Merdeka belajar kampus merdeka harus mampu diakomodir oleh semua kampus dan mampu diterjemahkan oleh setiap dosen, mahasiswa, dan semua unsur kampus dalam satu pemahaman dan satu tujuan,” ujarnya.(ar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved